Kumparan Logo

Pemerintah Usulkan Rp 529,6 M untuk Renovasi Fasilitas Umum di Lombok

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pengungsian Gempa di Lombok (Foto: Dwi Herlambang/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pengungsian Gempa di Lombok (Foto: Dwi Herlambang/kumparan)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengajukan dana kembali kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk rekonstruksi fasilitas umum pasca gempa lombok. Dana tambahan yang diusulkan pada tahun 2018 sebesar Rp 529,6 miliar.

"Kalau yang sampai Desember 2018 ini Rp 529,6 miliar, nanti ke depannya sampe 2019 kita lagi hitung semua," ucap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat konferensi pers, di Gedung Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Jumat (31/8).

Suasana pengungsian Gempa di Lombok (Foto: Dwi Herlambang/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pengungsian Gempa di Lombok (Foto: Dwi Herlambang/kumparan)

Basuki menambahkan nantinya dana tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk rekonstruksi pembangunan fasilitas umum yang akan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

"Sekolah sudah dibangun 34 (unit), rumah ibadah 4, rumah sakit 8, pasar 2," lanjutnya.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya telah menanggarkan dana total Rp 1,9 triliun untuk bantuan fasilitas umum kepada seluruh kementerian terkait. Kementerian PUPR telah diberikan jatah Rp 176 miliar, namun PUPR kemudian mengajukan lagi dana tambahan ke BNPPN untuk percepatan renovasi fasilitas umum..

"Rp 176 miliar yang menurut Bu Menkeu totalnya Rp 1,9 triliun seluruh kementerian," kata Basuki.