Kumparan Logo

Starbucks Indonesia Raup Laba Rp 30 M di Kuartal I 2018, Melesat 102%

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gerai Starbucks Coffee. (Foto: Reuters/Agoes Rudianto)
zoom-in-whitePerbesar
Gerai Starbucks Coffee. (Foto: Reuters/Agoes Rudianto)

Pemilik merek dagang Starbucks Indonesia, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk mencatatkan kinerja positif pada laporan keuangan di kuartal I 2018. Per 31 Maret 2018, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 30,93 miliar atau tumbuh 102,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 15,31 miliar.

Menurut Direktur Utama MAP Boga Adiperkasa Anthony Cottan, raihan yang positif di awal tahun ini ditopang oleh meningkatnya penjualan perusahaan berkode emiten MAPB ini. Di kuartal pertama tahun ini, perusahaan mencatatkan penjualan Rp 535 miliar atau naik 22,15% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 438 miliar.

"Penjualan di kuartal pertama tahun ini naik lebih dari 20%," kata Anthony saat paparan kinerja perusahaan di Hotel Ayana Mid Plaza Sudirman, Jakarta, Rabu (9/5).

Anthony menyebutkan, segmen minuman tetap menjadi penyumbang utama penjualan perusahaan di tiga bulan pertama ini. Minuman berkontribusi sebesar 72%, sementara untuk segmen makanan berkontribusi 21%, sisanya 7% dari segmen lainnya.

"Untuk penjualan di Januari sebesar Rp 177 juta, Februari dicatatkan sebesar Rp 164 juta dan Maret sebesar Rp 192 juta," kata dia.

Suasana di Starbucks (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Starbucks (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)

Sementara itu, perusahaan yang bergerak dalam bidang ritel makanan ini belum berhasil mencatatkan kinerja cemerlang di sepanjang 2017, perusahaan membukukan laba bersih Rp 94,4 miliar atau turun 18,5% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 116 miliar.

Penurunan laba bersih perusahaan disebabkan karena adanya amortisasi diskonto obligasi atau premi obligasi tanpa bunga sebesar Rp 25,3 miliar di 2017.

Kendati demikian, perusahaan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 1,9 triliun. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 16,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,6 triliun.

"Jadi segmen minuman tetap menjadi penyumbang utama penjualan bersih perusahaan dengan kontribusi sebesar 71,3% kemudian diikuti segmen makanan sebesar 23,2% dan segmen lainnya sebesar 5,5%," katanya.