kumparan
21 Sep 2019 13:36 WIB

Pengusaha Indonesia Bidik Kerja Sama Agrikultur dengan Thailand

Japnas-YEN D South East Asia Business Matching 2019. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
Para Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) bersama Young Enterpreneur Network Development (YEN-D), tengah membidik kerja sama ASEAN bernilai Rp 1 triliun.
ADVERTISEMENT
Ketua Umum PP Japnas, Bayu Priawan Djokosoetono, mengatakan setidaknya ada 16 sektor yang menjadi unit kerja sama ini. Salah satu yang paling diminati pengembangan agrikultur dari negara Thailand.
"Thailand itu kan negara yang ekonominya maju. Kalau kita bicara dari sisi agrikultur, mereka cenderung lebih maju dari Indonesia dan tentu banyak potensi sinergi khususnya di bidang agrikultur antara Indonesia dengan Thailand," kata Bayu di JW Marriot, Jakarta, Sabtu (21/9).
Meski demikian, pihaknya menekankan tidak akan menutup peluang kerja sama di sektor lainnya yang juga cukup potensial.
"Ini tidak menekankan pada satu sektor saja. Ini istilahnya kita bikin comblangi bisnis lah antara satu dengan yang lainnya. Jadi kita sengaja bikin business matching yang sektornya umum, semua bisa," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Adapun 16 sektor dalam kerja sama ASEAN itu terdiri dari accessory, jewelry, cosmetics, fashion & apparel, agriculture, automotive, transportation & logistics, clothing and garments, tooling & construction.
Selain itu, ada juga consumer goods & services, education, electric, gadgets & home appliances, food & beverage, furniture, marine industry, packaging, pharmaceuticals & biotechnology,real estate, technology & digital services serta energy.
Bayu mengatakan, business matching ini bisa menjadi gerbang awal untuk bisa menjalin kerja sama lanjutan antara pengusaha Indonesia dengan negara lainnya.
"Secara periodik kami juga telah melaksanakan Business Matching di berbagai provinsi secara periodik, mengidentifikasi produk-produk di daerah dan membuka akses keluar," lanjutnya.
Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
Senada, Presiden YenD Indonesia Doni Teguh berharap langkah ini, sesuai dengan misi YenD yaitu “Friendship First, Business will Follow”.
ADVERTISEMENT
“Yang akan membuka jaringan yang persahabatan yang luas diantara negara-negara peserta yang pada akhirnya nanti dapat membantu perkembangan perekonomian regional, khususnya Indonesia,” pungkasnya.
Proses penjajakan pasar ASEAN itu, terjalin dalam gelaran Japnas-YEN D South East Asia Business Matching 2019 di Jakarta pada 20-22 September 2019 ini.
Setidaknya ada 400-an orang pengusaha yang terlibat, meliputi 300-an pengusaha Indonesia, 70 Pengusaha YEND Thailand, 10 Staff Kementrian Ekonomi Thailand, pengusaha Malaysia, pengusaha Myanmar, serta pengusaha asing yang melakukan kegiatan usaha di Indonesia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan