kumparan
14 Feb 2018 8:25 WIB

Pepsi Raih Pendapatan Rp 266,3 Triliun di Kuartal IV-2017

Pepsi, produk minuman unggulan dari PepsiCo. (Foto: Reuters/Brendan McDermid)
PepsiCo Inc mencatatkan pendapatan kuartal keempat yang melampaui perkiraan Wall Street berkat tingginya permintaan untuk makanan ringan. Seiring berubahnya pola konsumsi masyarakat yang menghindari soda dan minuman berperisa, perusahaan memang semakin fokus untuk meningkatkan penjualan makanan ringan dan minuman sehat.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Rabu (14/2), total pendapatan perusahaan naik sedikit menjadi USD 19,53 miliar atau Rp 266,3 triliun, melampaui perkiraan rata-rata analis sebesar USD 19,39 miliar.
"Kami senang dengan kinerja kami untuk kuartal keempat dan secara keseluruhan di tahun 2017," kata CEO Pepsi, Indra Nooyi.
Pada kuartal IV tersebut, penjualan di divisi makanan ringan Frito-Lay naik 5%, ditopang oleh permintaan tinggi untuk snack asin, serta harganya yang juga naik 2%. Bisnis snack menyumbang sekitar 25% dari keseluruhan pendapatan.
"Kami mencapai target yang telah kami tentukan di awal tahun. Apalagi hasil ini dapat kami raih di tengah kondisi ritel yang dinamis dan peralihan pola konsumsi masyarakat," lanjut Nooyi.
Namun, penjualan pada bisnis minuman PepsiCo di Amerika Utara yang menjual Gatorade dan Mountain Dew turun 3%. PepsiCo juga mencatat kerugian sebesar USD 710 juta, terkait dengan undang-undang perpajakan AS yang baru.
ADVERTISEMENT
Untuk 2018, perusahaan menargetkan pendapatan sebesar USD 5,70 per saham, sedikit di atas perkiraan analis yang sebesar USD 5,67. PepsiCo memprediksi pendapatan tidak akan berubah banyak dibandingkan tahun 2017.
PepsiCo juga mengatakan akan menyerahkan bonus tunai sebesar USD 1.000 kepada beberapa karyawan yang berbasis di AS, karena perusahaan memperoleh keuntungan dari reformasi pajak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan