Perluas Bisnis Kepelabuhan, Pelindo III Teken Kerja Sama Rp 1 Triliun

Pembangunan infrastruktur logistik di daerah sangat penting untuk meningkatkan laju perekonomian. Hal ini coba dimanfaatkan PT Pelabuhan Indonesia lll (Persero) dengan menandatangani Memorandum of Collaboration (MoC) dengan 3 perusahaan swasta.
Ketiga perusahaan swasta tersebut adalah PT Muria Sumba Manis, PT Sriboga Flour Mill, dan PT Adaro Energy Tbk (mencakup PT Indonesia Bulk Terminal). MoC bernilai Rp 1 triliun ini bertujuan untuk menghemat biaya logistik dan memajukan iklim usaha setempat.
"Nilai kerja sama untuk ketiganya ini sekitar Rp 1 triliun. (Sumber pendanaannya) dari capital market dan uang internal. 70% dari cap market, 30% uang internal," ungkap CEO Pelindo III Ari Askhara saat penandatanganan MoC di kantor perwakilan Pelindo lll, Parama Tamansari Office Tower, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Senin (12/3).
Ari menjelaskan, kerja sama dengan PT Muria Sumba Manis terkait dengan penyediaan fasilitas dan pelayanan jasa kepelabuhanan dan jasa terkait untuk pembangunan perkebunan tebu dan pabrik gula di Pelabuhan Kawasan Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perkebunan tebu dan pabrik gula yang akan dioperasikan PT Muria Sumba Manis tersebut membutuhkan fasilitas pelabuhan, penunjang pelabuhan dan peralatan bongkar muat yang memadai.

Berdasarkan pertimbangan geografis, pelabuhan yang paling strategis untuk dapat digunakan pada proyek tebu tersebut adalah Pelabuhan Waingapu. Pelabuhan tersebut juga masuk dalam kawasan Pelabuhan Tenau Kupang yang merupakan wilayah kerja cabang Pelindo lll. Pada proyek perkebunan tebu dan pabrik gula ini, kapal akan sandar di Pelabuhan Waingapu dan proses bongkar muat dan penumpukan akan ditangani oleh Pelindo lll.
“Pelindo lll tidak hanya menjalankan bisnis dengan mengoptimalkan aset Pelabuhan Waingapu yang sangat strategis untuk mendukung pengembangan perkebunan tebu dan pabrik gula PT Muria Sumba Manis, tetapi juga ada semangat besar untuk turut mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia," tuturnya.
Sementara itu, kerja sama antara Pelindo lll dengan PT Sriboga Flour Mill adalah untuk pengelolaan fasilitas pelabuhan untuk terminal curah kering-food grain di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Ari memaparkan, Pelindo lll akan mengoptimalkan penggunaan aset pelabuhan sementara Sriboga Flour Mill yang akan mendapatkan hak pengelolaan dua bidang tanah sekitar 40.000 meter persegi. Tanah tersebut nantinya digunakan untuk membangun fasilitas pelabuhan berupa terminal curah kering-food grain guna mendukung kebutuhan industri dan masyarakat pada jangka panjang. Konsep kerja sama yang digunakan adalah BTO (build-transfer-operate) untuk 16 unit silo, suction, dan dermaga yang 30% permodalan dari Pelindo lll dan 70% dari Sriboga.
Sementara itu untuk kerja sama dengan PT Adaro Energy Tbk akan dikhususkan untuk pengelolaan mengembangkan Pelabuhan Mekar Putih, Kalimantan Selatan. Tujuannya agar pelabuhan ini dapat menjadi pusat pelabuhan penghubung yang strategis dan terminal curah yang menangani barang-barang curah kering dan curah cair serta komoditas lainnya.
"Pemerintah melalui Pelindo lll bersinergi dengan swasta untuk membangun bangsa. Konsep BTO membuat negara lebih hemat dalam berinvestasi untuk pembangunan. Karena modal investasi ditanggung bersama dengan swasta,” ujar Ari.
Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh CEO Pelindo lll Ari Askhara, Direktur ll PT Muria Sumba Manis Welly, Direktur Utama PT Sriboga Flour Mill Alwin Arifin, CEO Adaro Group/PT Indonesia Bulk Terminal Garibaldi Thohir, serta disaksikan langsung oleh Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan Ahmad Bambang.
