kumparan
1 Mar 2019 11:55 WIB

Polemik Jokowi dan Prabowo Soal Harta WNI Rp 11.000 T di Luar Negeri

Kedua Pasangan Capres menyampaikan pendapatnya saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Baru-baru ini pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, kembali memantik perdebatan. Prabowo menyebutkan bahwa ada lebih dari Rp 11.000 triliun uang Warga Negara Indonesia (WNI) berada di luar negeri.
ADVERTISEMENT
Hal ini disampaikan Prabowo saat pidato kebangsaan di acara 'Prabowo Menyapa' di Grand Pacific Hall, Sleman, DIY, Rabu (27/2).
"Uang Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri jumlahnya lebih dari Rp 11.000 triliun. Jumlah uang di bank-bank, di seluruh bank di dalam negeri jumlahnya Rp 5.400 triliun, berarti dua kali kekayaan Indonesia ada di luar negeri," kata Prabowo.
Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Prabowo menyampaikan data dan bukti-bukti kepada pemerintah. Jika memang benar, Jokowi menyatakan akan mengejar harta tersebut agar dibawa pulang ke Indonesia.
"Ya datanya di ini saja, kalau memang ada data dan ada bukti-bukti mengenai itu, ya disampaikan saja ke pemerintah, akan kita kejar kalau memang ada benar," ujar Jokowi saat kunjungan kerja ke Gorontalo, Jumat (1/3).
ADVERTISEMENT
Berdasarkan penelusuran kumparan, angka Rp 11.000 triliun itu berasal dari pemerintah sendiri. Pada 2016 saat mendorong tax amnesty, Bambang Brodjonegoro yang saat itu masih menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Kerja menyatakan bahwa potensi aset WNI yang disimpan di luar negeri mencapai lebih dari Rp 11.000 triliun.
"Saya bicara potensinya, melihat potensinya seperti itu. Tadi kan sempat disebut bahwa GDP kita Rp 11.000 triliun, tepatnya Rp 11.400 triliun. Nah dari perhitungan kasar kami, potensinya uang Indonesia di luar negeri, maka saya sebut lebih besar dari GDP kita, jadi lebih dari Rp 11.400 triliun (setara USD 876 miliar dengan kurs Rp 13.000 per dolar AS)," ungkap Bambang pada 4 Mei 2016.
ADVERTISEMENT
Jokowi pun pernah membenarkan data tersebut. Dikutip dari setkab.go.id, Jokowi menyatakan bahwa ternyata uang bangsa Indonesia yang berada di bawah bantal, di bawah kasur, dan yang disimpan di luar negeri masih banyak sekali. Data yang ada di kementerian ada kurang lebih Rp 11.000 triliun.
“Datanya saya ada di kantong saya ada. Yang hadir di sini saya hafal satu, dua masih nyimpan di sana, masih. Wong namanya ada di kantong saya,” kata Jokowi saat menghadiri acara sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty, di Hotel Clarion, Makassar, 25 November 2016.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan