Kumparan Logo

Produksi Garam Rakyat Capai 197 Ribu Ton hingga Agustus

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petambak memanen garam di desa Tanjakan. Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
zoom-in-whitePerbesar
Petambak memanen garam di desa Tanjakan. Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat produksi garam rakyat hingga 13 Agustus tercatat sebesar 197.462 ton. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, pihaknya masih optimistis produksi garam rakyat bisa mencapai 2,3 juta ton, di luar produksi PT Garam.

"Kan musim panasnya tahun ini cukup panjang, jadi kita optimistis kalau produksi tercapai," katanya saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/8).

Sementara itu, produksi PT Garam (Persero) sudah mencapai sebesar 80.500 ton. Dengan begitu, total produksi garam yang dihasilkan mencapai 277.962 ton.

Petambak garam yang mengalami dampak tumpahan minyak mentah di kawasan pantai Tanjung Pakis, karawang. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Sedangkan stok garam di tahun lalu, lanjut yang akrab disapa Tyo ini masih tersisa sekitar 291.620 ton. Rinciannya yakni sebesar 181.620 ton garam rakyat dan sebesar 110.000 ton produksi PT Garam.

"Hingga saat ini, sebanyak 22.592 hektare (ha) lahan produksi garam," tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum merealisasikan komitmen serapan garam baru dari para pelaku industri. Sebagai informasi, hingga Agustus 2020, pelaku industri komitmen untuk menyerap sebesar 1,1 juta ton garam rakyat.

"Kan baru mulai teken MoU awal Agustus kemarin, belum ada. Baru dimulai," tutupnya.