Rachmat Gobel soal Keputusan Nyaleg: Banyak yang Harus Diperjuangkan

Mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menerima tawaran Partai Nasional Demokrat (NasDem) untuk menjadi calon legislatif yang akan bertarung pada tahun depan. Gobel maju dari Dapil Gorontalo.
Gobel pun angkat bicara soal keputusannya menjadi caleg dari Partai Nasdem. Dia mengatakan pemerintah harus mendengar suara rakyat sehingga menurutnya menjadi caleg adalah bagian dari perjuangan menyambung lidah rakyat kepada pemerintah.
"Ini bagian dari perjuangan untuk membangun bangsa ini. Kita tidak boleh berhenti apalagi masih banyak yang harus kita perjuangkan demi bangsa dan negara ini," ungkap Gobel saat dihubungi kumparan, Selasa (17/7).

Untuk urusan track record, Gobel yang pernah menjadi Menteri Perdagangan di era Presiden Joko Widodo mengaku memiliki segudang pengalaman dan mengetahui sejumlah masalah yang ada di Indonesia.
Misalnya bagaimana upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah industri di dalam negeri. Kemudian hal lain yang akan dia suarakan adalah pengetasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
"Di Gorontalo, tingkat kemiskinan itu masih tinggi. Saya makin terpanggil," imbuh pengusaha kelahiran Gorontalo it.
Gobel menyatakan keputusannya masuk ke dunia politik karena ingin mengikuti langkah sang ayah. Menurut Gobel, ayahnya yaitu Thayeb Mohammad Gobel adalah salah satu pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
"Untuk itu, saya akan berjuang lebih keras lagi untuk membangun bangsa ini," tutup Gobel.
Gobel didaftarkan bersama 574 bakal caleg lain dari 80 dapil oleh NasDem ke KPU RI. Selain memboyong pengusaha, NasDem juga mendaftarkan banyak artis, mantan gubernur dan para caleg petahana ke KPU.
"575 orang caleg nasional didaftarakan di DPR RI, dari berbagai jenis profesi dan latar belakang, politisi kawakan. Mantan menteri, mantan gubernur, mantan-mantan caleg incumbent pimpinan-pimpinan partai politik," ujar Sekjen NasDem Johnny Plate di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).
