Respons Pupuk Indonesia Soal Direksinya yang Kena OTT KPK

KPK kembali menangkap direksi BUMN. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tadi malam, lembaga anti rasuah ini mengamankan Direktur PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama 6 orang lainnya.
Terkait hal ini, Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, hingga saat ini, perusahaan masih melengkapi data dan fakta terkait kasus ini. Perusahaan juga masih menunggu keterangan lengkap dan resmi dari KPK dan mengikuti semua proses yang ada.
"Untuk saat ini kami masih melengkapi data dan fakta yang lengkap, serta menunggu keterangan resmi dari KPK. Kami mengikuti proses dan aturan yang berlaku," kata Wijaya saat dihubungi kumparan, Kamis (28/3).
Sebelumnya diberitakan, Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam OTT ada 7 orang yang diamankan. Mereka adalah Direksi Pupuk Indonesia, pihak swasta, dan satu orang pengemudi
Febri menyebut, transaksi yang melibatkan sejumlah orang ini diindikasikan terkait dengan proses distribusi pupuk menggunakan kapal.
Lalu, pada dini hari tadi, KPK juga menangkap salah seorang anggota DPR RI. Anggota DPR yang dimaksud diduga adalah Bowo Sidik Pangarso, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar.
Penangkapan Bowo Pangarso masih terkait dugaan suap pengiriman pupuk. Ia diamankan karena diduga turut terlibat.
"Dini hari tadi, KPK mengamankan 1 orang anggota DPR RI," ujar Febri Diansyah saat dihubungi.
