Kumparan Logo

Rini: Mohon Maaf Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Molor dari Target

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kereta cepat (Foto: Karin-Karin/Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kereta cepat (Foto: Karin-Karin/Pixabay)

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan pembangunan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung selesai di 2020. Target ini molor dari perencanaan awal di 2019.

Menteri BUMN Rini Soemarno membenarkan jika pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini molor dari waktu yang ditargetkan. Hal ini berkaitan dengan proses pembebasan lahan yang berlangsung alot.

"Iya memang sebelumnya (targetnya) 2019 karena waktu itu kita harapkan di akhir 2016 urusan lahan tuh bebas jadi kami mohon maaf deh, memang dalam semua program-program kita biarpun kita sudah optimum, kita sudah bersama-sama tapi tetap aja ya ada hal kecil ini itu yang memang akhirnya memakan waktu lebih lama," kata Rini saat meninjau lokasi tunnel Walini di Bandung Barat, Rabu (21/3).

Rini Soemarno meninjau pembangunan kereta cepat (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rini Soemarno meninjau pembangunan kereta cepat (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)

Untuk tetap mengebut proses Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rini meminta proses konstruksi dikerjakan pada April mendatang. Artinya, seluruh proses pembebasan lahan bisa segera diselesaikan dalam waktu dekat dan masuk ke konstruksi. Rini juga menegaskan saat pembangunan konstruksi dilakukan pada April mendatang, dana pinjaman yang berasal dari China Development Bank (CDB) akan segera cair. Pemerintah meminjam dana sebesar USD 5,9 miliar atau setara dengan Rp 79 triliun (kurs Rp 13.400).

Meski pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung molor dari target tapi ia mengklaim tidak akan terjadi pembengkakan dana. Sebab, selama ini pemerintah masih memanfaatkan modal perusahaan konsorsium.

"Tidak, sama sekali tidak (ada pembengkakan dana) karena memang untungnya kita waktu itu enggak mau narik uang dulu, karena kalau kita udah narik uang harus bayar bunga padahal konstruksinya terlambat akhirnya pembengkakan, kalau sampai sekarang sekarang enggak ada," tegas Rini.