Kumparan Logo

Saham Emtek Terus Merosot usai Ramai Kabar PHK Karyawan BukaLapak

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Surabaya. Foto: Bukalapak
zoom-in-whitePerbesar
Kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Surabaya. Foto: Bukalapak

Saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terkena sentimen negatif dari ramainya pemberitaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan BukaLapak. Saham Emtek terus merosot sejak 9 September 2019.

Emtek merupakan pemegang saham di BukaLapak. Di tahun 2015, Emtek melalui anak perusahaannya, Kreatif Media Karya (KMK), yang merupakan pemilik portal Liputan6.com, berinvestasi di BukaLapak.

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/9), saham EMTK dibuka di Rp 6.300 dan sempat menyentuh level tertingginya di Rp 6.300 dan terendahnya di Rp 6.100. Saham Emtek hari ini ditutup di posisi Rp 6.100.

Posisi harga saham Emtek tersebut terus merosot sejak bergulirnya pemberitaan PHK karyawan BukaLapak pada 9 September 2019.

Di tanggal tersebut, saham Emtek berada di level Rp 7.200 dan tak bergerak hingga penutupan perdagangan.

Di hari berikutnya atau 10 September 2019, saham Emtek dibuka di Rp 7.000 dan ditutup di posisi Rp 6.300.

Jika dikalkulasi dari tanggal 9 September hingga sore ini, saham Emtek sudah merosot 18,03 persen.

Ilustrasi investasi di pasar saham Foto: Mahardika Argha/Shutterstock

Berikut pergerakan saham Emtek dalam 3 hari terakhir:

9 September 2019

Dibuka: Rp 7.200

Tertinggi: Rp 7.200

Terendah: Rp 7.200

Ditutup: Rp 7.200

10 September 2019

Dibuka: Rp 7.000

Tertinggi: Rp 7.000

Terendah: Rp 6.050

Ditutup: Rp 6.300

11 September 2019

Dibuka: Rp 6.300

Tertinggi: Rp 6.300

Terendah: Rp 6.199

Ditutup: Rp 6.100

Kantor Bukalapak di Jakarta. Foto: Bukalapak

Terkait itu, BukaLapak telah menanggapi kabar pemutusan hubungan kerja terhadap "banyak" karyawannya di sejumlah divisi. Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya untuk menata diri menjadi perusahaan besar.

Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisono mengungkapkan, perusahaan telah tumbuh cepat dalam kurun waktu singkat. Hal ini dibuktikan dengan gelar unicorn yang mereka raih pada 2017 lalu, ketika usianya masih 7 tahun. Unicorn merupakan gelar untuk startup yang nilai valuasinya sudah tembus USD 1 miliar.

"Di skala perusahaan seperti ini, tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company," ujarnya kepada kumparan, Selasa (10/9).

Intan enggan menyebutkan berapa banyak karyawan BukaLapak yang terkena PHK. Ia hanya bilang keputusan ini sudah diperhitungkan secara matang untuk menjamin visinya terus tumbuh sebagai perusahaan e-commerce yang sustainable dalam jangka panjang.

"Yang jelas kami menata diri secara terbatas dan selektif untuk bisa mewujudkan visi kami sebagai sustainable e-commerce," tambahnya.

Sementara salah satu sumber kumparan menyebutkan, jumlah pegawai BukaLapak yang terkena pemutusan hubungan kerja ini terbilang "banyak". Para karyawan yang terkena PHK ini juga disebutnya mendapatkan pesangon.

Pengumuman terhadap karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja ini, dilakukan BukaLapak dalam waktu satu hari. Manajemen memanggil karyawan yang bersangkutan lalu diberi tahu bahwa ia adalah salah satu yang di-PHK, lalu karyawan itu akan mendapatkan sejumlah uang sebagai pesangon.