Pencarian populer

SKK Migas dan Inpex Sepakat Kerja Sama Kembangkan Blok Masela

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (dua dari kiri) saat menandatangani Head of Agreement (HOA) Pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela, Minggu (16/6). Foto: dok.SKK Migas.

Pemerintah Indonesia dan perusahaan minyak dan gas asal Jepang, Inpex Corporation, akhirnya menandatangani kesepakatan awal dari pengembangan lapangan Head of Agreement Plan of Development (HoA PoD) Blok Masela. Penandatanganan dilakukan dalam pertemuan negara G20 di Karuizawa, Jepang.

HoA ini ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto dan Presiden Direktur Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya. Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshige Seko dan CEO yang juga Presiden Direktur Inpex Corporation Takayuki Ueda menyaksikan tanda tangan ini.

Dwi mengatakan, penandatanganan HoA menjadi titik penting bagi investasi hulu migas di Indonesia, khususnya di laut dalam Indonesia bagian timur. Dengan pengembangan lapangan Masela, diharapkan akan segera masuk investasi luar negeri yang besar dan dapat memberikan pengaruh positif bagi Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia.

"Selain itu terciptanya multiplier effect bagi industri pendukung dan turunan di dalam negeri dalam rangka mendukung perekonomian nasional. Ke depannya di harapkan iklim investasi di Indonesia akan semakin baik dan semakin kompetitif," ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Minggu (16/6).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan Presiden Direktur Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya saat menandatangani Head of Agreement (HOA) Pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela, Minggu (16/6). Foto: dok.SKK Migas.

Blok Masela terletak di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Pembahasan kerja sama Blok Masela oleh Indonesia dan Jepang sudah berlangsung sejak 18 tahun lalu, tapi nasibnya terus digantung. Target PoD pun terus mundur dari waktu yang dijadwalkan.

Dengan adanya HoA ini, Dwi menuturkan, pengembangan hulu migas di lapangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi gas bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun (sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun dan 150 mmscfd gas pipa) dengan target berproduksi (on stream) pada 2027.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan Presiden Direktur Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya saat menandatangani Head of Agreement (HOA) Pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela, Minggu (16/6). Foto: dok.SKK Migas.

Pada pertemuan di Tokyo, Jepang oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, SKK Migas, dan Inpex pada Mei 2019 disepakati nilai investasi pengembangan blok ini sekitar USD 20 miliar. Kedua pihak sudah menyepakati skema bagi hasil cost recovery dengan bagian pemerintah dan Inpex masing-masing 50 persen. Dwi mengatakan, nilai tersebut merupakan nilai investasi terbesar di Indonesia.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57