Sri Mulyani Ingatkan Lagi soal Kredibilitas Investor Baru Merpati

Setelah lolos dari putusan pailit di Pengadilan Niaga Surabaya, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berencana kembali mengudara dengan menggandeng calon investor baru. Tapi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengingatkan masalah kredibilitas calon investor tersebut.
Kementerian Keuangan, merupakan salah satu kreditur separatis Merpati Airlines, yang masih memiliki tagihan ke maskapai tersebut sebesar Rp 2,6 triliun.
Sementara Merpati, pada 29 Agustus 2018 lalu telah menandatangani Perjanjian Transaksi Penyertaan Modal Bersyarat dengan PT Intra Asia Corpora (IAC) milik Kim Johanes Mulia.
Menanggapi hal ini, Sri Mulyani menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan lembaga terkait, tapi untuk urusan kemampuan PT IAC, dia enggan ikut campur. Menurutnya kredibilitas Kim diserahkan ke Kementerian BUMN.
"Saya tidak ada komentar lagi kalo soal itu. Kan sudah disampaikan bahwa kita akan terus melakukan kerja sama dengan BUMN dalam rangka untuk menggunakan aset yang ada secara semaksimal mungkin. Tapi tata kelola kredibilitas dari investor itu semuanya silakan dari Kementerian BUMN," kata Sri Mulyani saat ditemui di PKN STAN, Jakarta, Minggu (18/11).

Sosok Kim sebenarnya bukan orang baru di bidang industri pesawat. Dia pernah membeli Maskapai Kartika Airlines tapi hanya bertahan 5 tahun saja. Setelah itu perusahaan berhenti beroperasi.
Pengamat bisnis penerbangan, Arista Atmadji menilai, Kim akan menjalankan operasionalnya dengan gaya yang sama saat dia memimpin Kartika Airlines. Bahkan, Arista menyampaikan keraguan, karena melihat latar belakang pengalaman Kim yang pernah gagal menjalankan operasional Kartika Airlines.
"Kurang mengesankan sih, karena pengalamannya yang pernah gagal menjalankan Kartika Airlines," kata Founder yang juga Direktur Arista Indonesia Aviation Center, saat dihubungi kumparan.
Kalaupun akhirnya Kim benar-benar mengelola Merpati Airlines, Arista menyarankan agar Kim mau menerima banyak kritik dan menjalankan corrective action. Hal ini untuk melakukan sejumlah perbaikan dalam strategi marketingnya.
"Saat ini juga sudah banyak kritikan yang masuk untuk beliau, terkait gaya pengelolaan nantinya. Semoga beliau cepat melakukan corrective action. Mengingat Ibu Sri Mulyani juga mengimbau agar (calon investor) juga dilihat track record-nya di dunia maskapai," ujar mantan eksekutif di Garuda Indonesia ini.
