Kumparan Logo

Sri Mulyani: Kondisi Pasar RI Bergejolak karena Faktor Luar

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menunjukan uang dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menunjukan uang dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Perkembangan ekonomi Indonesia mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren negatif sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah hingga Rp 14.000.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan buruknya kondisi perekonomian Indonesia saat ini murni disebabkan faktor eksternal. Hal ini karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup baik.

"Ini purely berasal dari luar Indonesia, policy dan kondisi di Indonesia sendiri tidak ada yang dijadikan sebagai pemicu. Dan pelaku pasar masih optimistis terhadap policy dan kinerja ekonomi kita," tegas Sri Mulyani saat ditemui di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (11/5).

Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Sementara itu, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia, OJK, dan LPS sepakat untuk menyiagakan kerangka jangka pendek dan menengah untuk mengantisipasi krisis di sektor finansial atau bond stabilization framework (BSF). Kebijakan ini diambil untuk menjaga pembiayaan secara stabil dan berkelanjutan.

"Kami juga telah menyiagakan bonds stabilitation framework untuk menjaga pembiayaan secara stabil dan sustainable," imbuhnya.

Namun demikian, Sri Mulyani enggan menjelaskan lebih jauh mengenai langkah yang disiapkan terkait BSF. Adapun jika BSF diaktifkan, pemerintah bisa membeli surat utang negara (SUN) di pasar sekunder dan jangka menengah berupa pembentukan bond stabilization fund. Dana untuk buyback SUN yang disiapkan dalam anggaran juga dapat menjaga tingkat imbal hasil atau yield serta dapat kembali menggairahkan pasar yang tengah bergejolak.

"BSF kami menyiagakan, langkah-langkah BSF. Kami tetap optimistis signal mengenai kondisi sekarang terjadi, maka rasionalitas market terbentuk, karena itu normalisasi auction bisa terjadi pada minggu-minggu ini," jelasnya.