Stabil Tinggi, Harga Minyak Dekati Posisi Seperti 2014

Pasar minyak dunia stabil di posisi tinggi, pada Senin (7/5), dengan harga mendekati tertinggi seperti akhir 2014. Hal ini dipicu keputusan yang membayangi Amerika Serikat (AS) yang akan kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran, ketimbang mancapai kesepakatan.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent di pasar berjangka berada di harga USD 74,87 per barel, tidak berubah dari penutupan terakhir mereka. Sedangkan jenis West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 4 sen, menjadi USD 69,76 per barel. WTI pada Jumat (4/5) lalu mencapai level tertingginya sejak November 2014.
Produksi minyak Iran kembali masuk pasar dunia, setelah salah satu negara eksportir minyak utama itu mendapat pencabutan sanksi dari AS, yang dijatuhkan sejak 2016. Pencabutan sanksi ini diberikan, setelah Iran menyetujui pembatasan program nuklirnya.
Namun Trump mengindikasikan keraguan atas sikap politik Iran, sehingga mewacanakan perpanjangan sanksi. Analis juga memperingatkan tentang krisis ekonomi yang sedang berlangsung di Venezuela, salah satu negara penghasil minyak dunia.

BUMN migas milik Venezuela, PDVSA telah menjual salah satu ladang minyak mereka di kawasan Karibia, kepada korporasi migas AS, ConocoPhillips. Langkah bisnis ini akan makin menurunkan catatan produksi minyak Venezuela, yang sejak tahun 2000 terus melorot.
Rata-rata produksi minyak Venezuela saat ini tinggal 1,5 juta barel per hari, turun setengahnya dibandingkan masa kejayaan ekonomi negara itu. Sudah hampir 20 tahun, Venezuela tak melakukan investasi di sektor migas, baik untuk aspek sumber daya manusia maupun teknologi.
