Kumparan Logo

Strategi Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor Susu

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sapi Perah (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Sapi Perah (Foto: Shutterstock)

Sebanyak 80% kebutuhan susu Indonesia masih harus diimpor dari berbagai negara seperti Australia dan Belgia. Mayoritas jenis susu yang diimpor adalah dalam bentuk bubuk.

Indonesia sampai saat ini memang belum mampu memenuhi permintaan susu dalam negeri yang jumlahnya mencapai 1 juta ton per tahun. Peternak lokal hanya mampu memproduksi sekitar 200 ribu ton susu. Sisanya mau tidak mau harus impor.

Sejumlah strategi pun sudah dilakukan pemerintah agar bisa menekan impor susu. Mulai mempermudah impor sapi perah betina sampai mengundang investor asing untuk mau membangun peternakan sapi perah skala besar di Indonesia. Cara lain yang dilakukan adalah dengan membuat program kemitraan di mana produsen dan importir susu diwajibkan bermitra dengan peternak dan koperasi lokal.

"Kemitraan dengan koperasi atau kelompok peternak bisa menyejahterakan para peternak kita. Karena itu, kita keluarkan Permentan Nomor 26 Tahun 2017," kata Staf Ahli Menteri Pertanian sekaligus Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak Institut Pertanian Bogor (IPB) Epi Taufik kepada kumparan (kumparan.com), Jumat (4/5).

Produksi susu sapi perah menurun (Foto: Antara/Raisan Alfarisi)
zoom-in-whitePerbesar
Produksi susu sapi perah menurun (Foto: Antara/Raisan Alfarisi)

Mekanisme kemitraan tersebut yaitu para industri pengolah susu dan importir diwajibkan menjalin kemitraan dengan kelompok peternak dan koperasi peternak. Ada 5 langkah yang bisa dilakukan lewat kemitraan tersebut, yaitu menyerap susu segar dari peternak lokal, meningkatkan kualitas susu, meningkatkan kuantitas susu segar dalam negeri (SSDN), pengembangan bisnis, dan menggalakkan kampanye atau gerakan minum susu segar.

"Mereka para importir yang enggak tahu susu dan enggak tahu sapi, tapi mengimpor susu bubuk dalam jumlah besar masa enggak mau berkontribusi. Mereka bisa membantu produksi misalnya memberi sapi pada peternak" tuturnya.

Dihubungi terpisah, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, menyatakan bahwa selama ini perusahaannya sudah melakukan program kemitraan yang dicanangkan oleh pemerintah. Dalam program kemitraan tersebut, Frisian Flag telah melibatkan 18 ribu peternak sapi lokal dan tentunya koperasi.

"Kami sudah bermitra dengan sekitar 18.000 peternak lokal dan koperasi peternak lokal di seluruh Indonesia," ujarnya.

Sebagai catatan, Indonesia baru memiliki sekitar 120 ribu peternak sapi laktasi. Sementara kalau dihitung, setiap peternak hanya memiliki sekitar 3 hingga 4 ekor sapi perah. Untuk setiap 1 ekor sapi perah hanya mampu menghasilkan sekitar 10 hingga 12 liter susu per hari.