Pencarian populer

Sudah 4 Kali Kapal RI Ditabrak Vietnam

Ilustrasi Kapal KKP Vietnam saat bertemu Kapal KKP Indonesia. Foto: Dok: PSDKP KKP

Peristiwa ditabraknya Kapal RI (KRI) oleh Kapal Vietnam sudah terjadi 4 kali sejak awal tahun 2019. Hal ini diungkap oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti.

Terakhir, Sabtu (27/4), KRI Tjipadi-381 mengalami intimidasi dari kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) di perairan Natuna. Tepatnya, saat kapal TNI AL itu berupaya menangkap kapal ikan asing Vietnam yang diduga melakukan illegal fishing.

Atas kejadian itu, Susi bersurat kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Tujuannya agar Menlu mengirimkan protes resmi kepada Vietnam.

“Tentunya protes melalui Kemenlu (Kementerian Luar Negeri). Nanti Ibu Retno yang akan melaksanan protes secara resmi antar negara. Kemudian, untuk cegah hal ini terjadi, kita rencana seluruh jajaran satgas 115 Bakamla, PSDKP, Polair, AL, akan menggelar patroli bersama. Dan kehadiran TNI AL dan Badan Keamanan Laut diyakini mampu mengawal,” kata Susi di Grand Preanger Bandung, Senin (25/2) lalu.

Adapun, berikut empat kejadian kapal Vietnam menabrak KRI:

19 Februari 2019

Pada tanggal 19 Februari, Petugas Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP bersitegang dengan kapal pengawas Vietnam. Peristiwa tersebut terjadi di Laut Natuna.

Kapal pengawas Vietnam KN-214 sengaja melakukan manuver membahayakan demi melepaskan 4 kapal maling ikan yang ditangkap kapal pengawas (KP) Hiu Macan 01. Pada perkembangannya, 4 kapal maling ikan asal Vietnam tersebut dilepaskan KP Hiu Macan 01.

25 Februari 2019

Kejadian kapal Vietnam menabrak KRI kembali terulang pada 25 Februari. Yakni saat KRI TOM-357 berupaya menangkap 4 kapal ikan asing.

Kala itu, 2 kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) diduga lakukan manuver membahayakan KRI. Dua Kapal VFRS tersebut juga melakukan tindakan intimidasi lewat radio komunikasi (hostile intent) kepada KRI TOM-357.

Peristiwa tersebut terjadi perairan Natuna. Akan tetapi akhirnya 2 Kapal VFRS berhasil diusir dan 4 KIA Vietnam dikawal menuju Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV Tanjungpinang.

KRI Usman Harun saat cekal salah satu dari dua kapal ikan asing asal Vietnam di perairan Natuna Utara. Foto: Dok. Dispen Koarmada 1

17 Maret 2019

KP Hiu Macan 01 mendapatkan manuver berbahaya saat mengamankan 2 kapal ikan asing Vietnam. Kejadian tersebut terjadi pada 17 Maret di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara.

Kapal yang ditangkap yakni KM BV 92746 TS berukuran 65 GT dan KM BV 92747 TS berukuran 90 GT. Kedua kapal tersebut masing-masing mengangkut 3 dan 11 orang Awak Kapal Perikanan (ABK) berkewarganegaraan Vietnam

Kedua kapal dan seluruh ABK warga negara Vietnam selanjutnya dibawa ke Stasiun PSDKP Pontianak, Kalimantan Barat.

27 April 2019

Yang terbaru, Sabtu (27/4), KRI Tjipadi-381 mengalami intimidasi oleh Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS). Saat itu, kapal milik TNI AL itu akan menangkap kapal ikan berbendera Vietnam bernomor lambung BD 979.

Akan tetapi, ternyata tak jauh dari lokasi terdapat kapal VFRS. Kapal Vietnam tersebut kemudian mencoba menghalangi KRI Tjipadi-381.

Setelah bermanuver, KN 213 lalu menabrak kapal TNI AL. Saat itu, beberapa anggota TNI AL berlaras panjang berusaha menghalau KN 213. Setelah menerima reaksi tersebut, KN 213 lalu menjauhi kapal TNI.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32