Kumparan Logo

Susi: Banyak Terumbu Karang di Anambas Hancur karena Bom dan Potasium

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berdialog dengan nelayan Anambas di Tempat Pemasaran Ikan Antang, Pulau Siantan. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berdialog dengan nelayan Anambas di Tempat Pemasaran Ikan Antang, Pulau Siantan. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkesempatan bertemu dengan kelompok nelayan di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Pada kesempatan ini, Susi menggelar tanya jawab dengan nelayan Pulau Siantan.

Sebelum tanya jawab dengan nelayan, Susi sedikit curhat dengan para nelayan. Menurut Susi, kondisi terumbu karang di Kepulauan Anambas rusak parah akibat dibom dan penggunaan potasium. Susi melihat fakta itu setelah dia mengecek langsung Pulau Mingga dan Pulau Ayam.

“Saya sedih Pak, semua karang di kedalaman 3 sampai 5 meter hancur dibom. Hancur berantakan dan ini butuh recovery lama sekali,” kata Susi di lokasi, Rabu (17/7).

Penggunaan bom dan potasium adalah tindakan destructive fishing. Nelayan biasa menggunakan bom atau potasium untuk menangkap ikan karang seperti kerapu dan napoleon dalam keadaan hidup.

“Tolong pengusaha ikan jangan suplai portas dan dinamit ke nelayan untuk nangkap ikan,” sebutnya.

Suasana dialog Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan nelayan Anambas di Tempat Pemasaran Ikan Antang, Pulau Siantan. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

Susi pun mengancam jika nelayan kembali menggunakan zat potasium untuk membius ikan, dia akan menutup akses penjualan langsung ikan ke kapal Hong Kong. Cara ini dilakukan agar terumbu karang tidak lagi rusak sekaligus memberikan penegasan ke nelayan bahwa tindakan yang mereka lakukan ilegal.

“Kalau masih ada saya kunci kapal Hong Kong masuk ke sini. Illegal fishing sudah hilang tolong dihargai, tapi masak di dalam dibom dan diportas ini tidak boleh,” sebut Susi.

Sebagai catatan, Pulau Siantan adalah salah satu gugusan pulau besar di Kepulauan Anambas. Jumlah nelayan Pulau Siantan sebanyak 2.907 orang.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berdialog dengan nelayan Anambas di Tempat Pemasaran Ikan Antang, Pulau Siantan. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

Adapun produksi perikanan tangkap per tahun sekitar 29.494 ton. Jenis ikannya adalah tongkol, anggoli, kakap, kembung, selar kuning, kue, dan tenggiri.

Sementara itu, angka produksi perikanan budi daya khususnya ikan kerapu jumlahnya cukup besar yaitu 273 ton per tahun. Produksi perikanan tangkap dan budi daya nelayan Pulau Siantan Banyak dijual ke Tanjung Pinang dan Batam, hingga diekspor ke Hong Kong.

Pada kunjungan kali ini, Susi ditemani Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti dan Bupati Anambas Abdul Haris.