Tarif Naik, Gojek dan Grab Akan Buat Shelter Lebih Banyak Lagi

Gojek dan Grab akan segera menaikkan tarifnya di semua Indonesia mulai tanggal 2 September 2019. Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ahmad Yani meminta dengan kenaikan tarif itu harus diikuti dengan peningkatan layanannya.
Yani menyoroti salah satu fasilitas yang harus ditungkatkan oleh Grab dan Gojek itu adalah penambahan shelter.
“Dalam Peraturan Menteri 12 salah satu kewajiban aplikator sediakan shelter. Tapi yang disediakan harus mudah dijangkau dan bisa segera dibuat. Melihat perkembangan Grab dan Gojek, penambahan shelter harus semakin banyak,” kata Yani di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (29/8).
Yani mengatakan shelter itu bisa menggandeng berbagai pihak terkait dalam penerapannya. Selain itu, ia menegaskan kedua aplikator itu harus benar-benar menerapkan tarif yang sudah disepakati bersama di semua wilayah.
“Saya yakin di beberapa tempat bisa kerja sama langsung antara aplikator dengan tempat-tempat tersebut. Ini kesempatan baik buat sediakan shelter sehingga mitranya memperoleh kemudahan-kemudahan baik dapat penumpang dan istirahat,” ujar Yani..
Menanggapi hal itu, Head of Strategy & Planning Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy mengungkapkan, pihaknya saat ini sudah memiliki 90 shelter di Jabodetabek. Selain itu, kata Tirza, ada beberapa shelter yang sudah dibangun di daerah lainnya. Ia memastikan akan terus memperbanyak shelter.
“Ini masih berproses kita tambah jumlah shelter ada Pemda dan instansi lainnya. Kami sasar juga tempat-tempat lainnya. Jumlahnya dinamis lihat mobilitas penumpang. Jangka waktunya sesegera mungkin,” terang Tirza.
“Prioritasnya di tempat-tempat transit banyak orang berkumpul agar bisa terurai,” tambahnya.
Senada dengan Tirza, Senior VP Public Policy and Government Relations Gojek, Panji Ruky memastikan, pihaknya berkomitmen menambah shelter. Namun, ia belum bisa memberberkan detailnya.
Ia hanya memastikan akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti Pemprov DKI dan PT MRT Jakarta mengenai pembangunan shelter.
“Intinya buat shelter komprehensif tidak hanya soal space, tapi memang itu juga penting. Di berbagai stasiun itu space terbatas makanya kita akan kerja sama cari solusi,” tutur Panji.
