Kumparan Logo

Utang Waskita Karya Naik 10 Kali Lipat, Tembus Rp 103,7 Triliun

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung kantor Waskita Karya. Foto: Dok. BUMN
zoom-in-whitePerbesar
Gedung kantor Waskita Karya. Foto: Dok. BUMN

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mencatatkan utang perseroan mencapai Rp 103,7 triliun per Juni 2019. Jumlah itu meningkat sekitar 10 kali lipat dibandingkan tahun 2014 yaitu Rp 9,7 triliun.

Jumlah sebesar itu, disebabkan Waskita banyak menggarap proyek dengan sistem turnkey, yakni skema pembayaran baru dilakukan ketika proyek dirampungkan.

Misalnya saja proyek-proyek strategis nasional (PSN) yang sedang dikerjakan meliputi Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, Transmisi Listrik di Sumatera, dan LRT Sumatera Selatan.

Selain itu, Waskita juga tengah mengembangkan bisnis pada 18 ruas jalan tol di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Meski demikian, Direktur Keuangan Waskita Karya, Haris Gunawan, mengklaim kondisi keuangan perseroan masih aman. Sebab, utang itu digunakan untuk produktivitas.

"Total pinjaman Waskita saat ini digunakan untuk pengembangan bisnis. Sedangkan posisi gearing ratio per Juni 2019 sebesar 2,68 kali masih di bawah ambang batas (covenant) sebesar 3,00 kali. Kami yakin dapat menjaga rasio ini ke 2,3 kali di akhir tahun 2019," kata Haris di Kompleks BUMN, Jakarta, Kamis (26/9).

Haris menambahkan, utang memang diperlukan agar perusahaan bisa terus menggenjot perkembangan bisnis.

"Kalau ingin berkembang kami harus berani, ini untuk meningkatkan pendapatan. Tentu semuanya tidak menggunakan modal sendiri," tegasnya.

Bukti jika Waskita Karya masih memiliki keuangan sehat, kata Haris, juga ditunjukkan kepercayaan dari pemodal seperti perbankan untuk mendorong pembiayaan.

Direktur, Haris Gunawan berbicara dalam Rapat Umum Pemegang Saham PT Waskita Karya. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

"Jika perbankan masih mau menyalurkan kredit, artinya perusahaan masih sehat. Dalam membandingkan utang harus apple to apple, jika WSKT punya utang ke vendor, WSKT juga masih punya piutang karena proyeknya turnkey," ujarnya.

Lantas, bagaimana strategi bisnis Waskita untuk bisa menutup utang itu?

Haris mengatakan upaya yang dilakukan meliputi percepatan pencairan piutang proyek turnkey hingga konsesi jalan tol. Jumlah piutang yang diproyeksikan cair tahun ini senilai Rp 36 triliun.

Hingga tahun ini, Waskita Karya juga bakal menjual konsesi sebanyak 5 ruas jalan tol, dengan dua di antaranya sudah advance dan hanya tinggal klik.

"Belum bisa membocorkan, mereka perusahaan publik ada etika yang harus dijaga. Tapi tinggal penawaran terakhir mereka lalu tanda tangan," kata dia.