Wika Beton Akan Bangun Pabrik di Maroko

21 Agustus 2019 15:40 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Wika Beton. Foto: Dok. Wika Beton
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wika Beton. Foto: Dok. Wika Beton
ADVERTISEMENT
Perusahaan beton pracetak PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton akan membangun pabrik baru di Maroko, Afrika. Pembangunan ini sebagai bentuk dukungan kerja sama antara perusahaan BUMN dengan negara-negara Afrika.
ADVERTISEMENT
Direktur Operasi WTON, I Ketut Pasek Senjaya Putra, mengatakan perusahaan BUMN dan pengusaha dari negara-negara Afrika telah menyepakati kontrak bisnis dengan nilai yang mencapai Rp 11,7 triliun.
"Setelah Aljazair, mulai ada ketertarikan negara lainnya. Saat ini Maroko beberapa waktu lalu Dubes Maroko ke Indonesia untuk mengajak pembangunan pabrik precast," kata Ketut di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (21/8).
Ketut menambahkan, pembangunan pabrik baru ini sebagai salah satu strategi perseroan menggenjot pasar global, khususnya di Afrika. Sebab, sebelumnya holding perusahaan, Wijaya Karya, memiliki beberapa proyek di negara-negara Afrika.
Adapun saat ini pihaknya masih dalam proses negosiasi kepada pemerintah Maroko. Ketut memproyeksikan pembangunan pabrik beton di Maroko tidak jauh berbeda dengan yang pernah WIKA Beton bangun di Aljazair.
ADVERTISEMENT
"Kapasitas kita Aljazair 2 jalur sehari sekitar 60-100 batang (baton) per hari," katanya.
Ilustrasi Wika Beton. Foto: Dok. Wika Beton
Ketut enggan merinci berapa nilai kontrak pembangunan pabrik nantinya. Ia menuturkan dalam proses negosiasi masih belum waktu yang tepat untuk memastikan nilai kontrak proyek.
Adapun kebutuhan pemerintah Maroko yaitu untuk membangun jalan antar provinsi dan jembatan.
"Maroko sudah ngasih pasar ke kita kurang lebihnya ya seperti Aljazair lah. Mereka kebutuhan di tiang pancang sama balok balok girder," imbuhnya.
WIKA Beton optimistis pembangunan pabrik di Maroko akan berjalan lancar. Selain itu, perseroan juga tengah melanjutkan pembicaraan rencana pembangunan pabrik beton di Filipina pada tahun ini.
Saat ini pembicaraan masih dalam tahap lelang main kontraktor dengan pemerintah Filipina.
ADVERTISEMENT
"Masih tahap melihat kemampuan dasar perusahaan main kontraktor," ungkapnya.