Alba: Saya Tak Pernah Bicara Buruk tentang Enrique

Dari sekian banyak pelatih yang pernah menangani Jordi Alba, Luis Enrique mendapatkan tempat spesial. Di bawah asuhan sosok 48 tahun tersebut, Alba bermain sebanyak 128 kali di berbagai ajang atau terbanyak dibandingkan juru taktik lainnya.
Belum lagi menyoal prestasi. Kebersamaan keduanya menghasilkan dua titel juara La Liga, tiga Copa del Rey, dan satu trofi Liga Champions.
Kendati begitu, kemesraan pada masa lalu bukanlah jaminan bahwa Enrique selalu memercayai Alba. Bukti paling sahih, Alba justru tak masuk daftar pemain Timnas Spanyol yang dipilih Luis Enrique untuk kalender internasional September 2018.
Untuk mengisi pos di sisi kiri pertahanan, Enrique memilih Jose Gaya dari Valencia dan Marcos Alonso asal Chelsea. Padahal, dua nama ini tidak memperkuat timnas lebih reguler daripada Alba dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya sudah bermain untuk Barcelona bertahun-tahun. Seperti yang sudah-sudah, saya selalu mengawali musim dengan baik, jadi sebuah kejutan ketika saya tidak dipanggil. Ini adalah keputusan pelatih dan saya harus menghargainya," tutur Alba seperti dilansir oleh AS.
Sikap abai mantan bosnya langsung direspons Alba melalui torehan apik di atas lapangan. Minggu (2/9/2018), dia menjadi salah satu protagonis kemenangan Barcelona dengan skor 8-2 atas Huesca. Total 1 gol plus 2 assist disumbangkan full-back 29 tahun ini.
Performa Alba memang tak berubah. Lantas, apakah ini ada kaitannya dengan relasi buruk di antara keduanya? Menyoal tudingan tersebut, Enrique menepisnya.
"Apakah saya akan kembali ke timnas atau tidak ditentukan oleh Enrique sendiri, bukan saya. Saya sendiri tidak akan meminta penjelasan dari dia. Satu yang pasti, saya tidak pernah mengatakan bahwa Enrique adalah pelatih yang buruk. Silakan dicek. Yang ada, saya sekadar mengutarakan keinginan bermain lebih sering," katanya menambahkan.

Anggaplah penuturan Alba benar. Tetap masih ada cela dari statistik Alba yang membuat dirinya inferior dibandingkan dua full-back kiri di Timnas Spanyol.
Untuk aspek ofensif, Alba memang memukau berbekal rata-rata 2 umpan kunci dan 1 dribel di liga. Namun, menimbang kontribusi defensif, Alba cuma menorehkan 1 tekel dan 0,3 sapuan per partai. Faktor ini menjadi keunggulan Gaya (2,7 tekel dan 3,3 sapuan) dan Alonso (2 tekel dan 4,8 sapuan).
