Kumparan Logo

Aleksandr Golovin: Harapan Baru Sepak Bola Rusia

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Golovin melakukan tendangan bebas. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)
zoom-in-whitePerbesar
Golovin melakukan tendangan bebas. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Bursa transfer musim panas 2017, Arsene Wenger secara terang-terangan menginginkan jasa Aleksandr Golovin. Bukan tanpa sebab. Sosok yang baru mundur dari Arsenal ini memang kerap kepincut dengan bakat muda.

Dan, Golovin sudah menunjukkan sejumlah keunggulan pada usia 22 tahun, seperti melepaskan umpan silang dan eksekusi bola mati. Fleksibilitas bisa ermain di banyak posisi juga menjadi nilai plus dari pemain CSKA Moskow ini.

Wenger semakin naksir dengan Golovin saat menyaksikan langsung permainannya. Ya, dalam pertandingan antara Arsenal dan CSKA di babak perempat final Liga Europa musim ini, Golovin tampil memukau. Meski timnya menelan kekalahan, Golovin berhasil mencetak satu gol melalui tendangan bebas ke gawang Petr Cech.

Apa yang dilihat Wenger dari sosok Golovin memang benar adanya. Sang pemain terus tampil memukau. Termasuk di pertandingan pembuka Piala Dunia 2018 antara Rusia dan Arab Saudi di Stadion Luzhnik, Kamis (14/6/2018) malam WIB.

Tampil sejak menit awal, Golovin menjadi tulang punggung Rusia yang menutup laga dengan kemenangan 5-0. Dalam pola 4-2-3-1 yang dimainkan oleh pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov, Golovin beroperasi di sisi kiri. Pemain kelahiran 30 Mei 1996 ini mampu tampil mengesankan dengan umpan-umpannya yang berbahaya.

Bola silangnya pada menit ke-12 pun berhasil dikonversi menjadi gol oleh Yuri Gazinskiy. Gol tersebut membuat Rusia berhasil unggul dan nyaman menguasai pertandingan.

Pada menit ke-24 perubahan posisi terjadi kepada Golovin. Ditarik keluarnya Dzagoev menggantikan Denis Cheryshev membuat Golovin lebih bermian ke tengah di belakang Fedor Smolov. Bermain di belakang penyerang tak membuat Golovin mati gaya.

X post embed

Posisi itu malah menguntungkan Golovin untuk bergerak bebas dan mengkreasi serangan Rusia. Golovin pun kembali beraksi di menit ke-71. Bergerak di sisi kanan, pemain bernomor punggung 17 ini mengirim umpan silang ke mulut gawang Arab Saudi. Bola diteruskan oleh Dzyuba menjadi gol. Rusia pun unggul 3-0.

Tak puas dengan 2 assist, Golovin menutup malam itu dengan gol. Pelanggaran Taisir Al-Jassim kepada Golovin membuat wasit memberikan tendangan bebas di dekat kotak penalti Arab Saudi. Golovin yang maju sebagai penendang dengan ciamik menempatkan bola ke sudut kiri gawang Arab Saudi. Rusia pun menutup laga dengan kemenangan 5-0.

Golovin pun lantas menjadi 'buah bibir'. Sumbangan 2 assist dan 1 gol membuat dirinya layak dinobatkan sebagai salah satu pemain terbaik pertandingan pembuka.

Melihat aspek lainnya, torehan Golovin pada pertandingan menghadapi Arab Saudi juga tergolong menonjol. Dilansir oleh Squawka, Golovin 66 kali menyentuh bola dan mengkreasikan 5 peluang pada pertandingan ini. Selain itu, Golovin juga mencatat 35 kali umpan dengan akurasi mencapai 71,4%. Saat tak bersama bola, catatan Golovin pun apik. Ada 4 tekel dan 3 kali intersep dari Golovin.

Apa yang ditunjukkan Golovin merupakan bentuk kematangan. Ya, meski masih muda, dia sudah cukup sering membela Rusia. Tercatat 20 kali sudah Golovin bermain membela tim 'Beruang Merah'. Tiga gol juga sudah diciptakan oleh Golovin semenjak debutnya Juni 2015 silam.

Rusia vs Arab Saudi (Foto: Carl Recine/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Rusia vs Arab Saudi (Foto: Carl Recine/Reuters)

Ya, setelah masa Andrey Arshavin, Roman Pavlyuchenko, dan Pavel Pogrebnyak, Rusia memang tak punya lagi pemain-pemain yang mampu membuat perbedaan. Golovin memang memiliki posisi dan gaya main yang hampir mirip dengan Arshavin, tetapi dengan usia yang masih muda bukan tak mungkin pencapaian Golovin melebihi Arshavin.

Dan Golovin harus mewujudkan itu di ajang Piala Dunia 2018 ini. Paling tidak, Golovin harus membawa Rusia lolos ke babak 16 besar. Ini tidak pernah dicapai Rusia selepas lepas dari Uni Soviet.

Pertanyaannya, bersama Golovin, mampukah Rusia?