Arsenal vs Napoli: Menimbang Calon Pembeda di 'Final Kepagian'

Arsenal dan Napoli bakal mentas pada laga bertajuk 'Final Kepagian', Jumat (12/4/2019) dini hari WIB. Di antara empat laga di babak delapan besar Liga Europa lainnya, duel yang akan digelar di Emirates Stadium itu relatif paling menyita perhatian.
Menariknya, baik Arsenal dan Napoli sama-sama tengah terluka. Klub yang disebut belakangan gagal mendulang kemenangan dalam dua laga terakhirnya di Serie A. Napoli bahkan keok dari Salzburg pada leg kedua babak 16 besar Liga Europa lalu. Untungnya, mereka punya tabungan dua gol di leg pertama dan lolos dengan keunggulan gol tandang.
Sementara Arsenal, baru saja keok 0-1 di pentas Premier League akhir pekan lalu. Kekalahan yang sekaligus memutus catatan tiga kemenangan beruntun mereka sebelumnya.
Nah, dengan hasil negatif yang ditelan masing-masing kubu, urgensi sosok pembeda bakal menjadi makin meningkat. kumparanBOLA merangkum para calon game changer nanti untuk Anda. Silakan...
Pierre-Emerick Aubameyang
Ya, kami memilih Pierre-Emerick Aubameyang ketimbang Alexandre Lacazette untuk berpendar nanti. Pertama, Unai Emery cenderung mengandalkan Aubameyang di pentas Liga Europa ketimbang Lacazette. Itulah mengapa torehan keduanya cukup senjang--Aubameyang mengukir 4 gol, bandingkan dengan Lacazette yang baru mengemas sebiji gol.
Oh, ya, kebugaran juga jadi salah satu aspek yang mengunggulkan Aubameyang. Dibanding Lacazette yang turun 90 menit penuh, mantan penggawa AC Milan itu punya durasi istirahat lebih lama karena cuma mentas 45 menit di laga versus Everton.
Terlebih, barisan pertahanan Napoli cenderung lemah dalam mengantisipasi penyerang lawan yang unggul soal kecepatan. Gol Genoa ke gawang mereka akhir pekan lalu bisa menjadi acuan, bagaimana Darko Lazovic sukses menyembul di sela-sela penjagaan Kalidou Koulibaly dan kawan-kawan. Yap, bukankah demikian juga spesialisasi Aubameyang?
Aaron Ramsey
Saatnya memilah personel dari lini tengah. Karena, suka tidak suka, Aubameyang dan Lacazette bukanlah penyerang yang konsisten mencetak gol. Maka dari itu, dibutuhkan alternatif pencetak gol dari lini kedua. Aaron Ramsey jadi pilihan nomor wahid untuk urusan ini.
Memang Ramsey masih kalah kreatif ketimbang Mesut Oezil. Akan tetapi, ia unggul soal ketajaman. Buktinya, Ramsey menjadi gelandang Arsenal yang paling aktif melepaskan tembakan di Premier League dengan rata-rata 1,1 per laga.
Kebetulan pemain yang juga akhir musim nanti dipastikan hengkang ke Juventus itu juga sedang on-fire--setelah mengukir masing-masing satu gol dan assist dalam tiga laga terakhirnya.
Arkadiusz Milik
Kami menjagokan Arkadiusz Milik dan menyisihkan duo Speedy Gonzales, Lorenzo Insigne serta Dries Mertens, dalam daftar ini.
Memang Carlo Ancelotti mengatakan bahwa ia belum menetapkan komposisi lini depan timnya. Namun, berbicara tentang calon momok Arsenal, Milik adalah pilihan ideal.
Ketajamannya sebagai target-man murni, plus spesialisasinya dalam duel udara jadi dasarnya.
Kebetulan, Arsenal masih bermasalah dalam mengantisipasi umpan silang. Kekalahan dari Southampton Desember lalu masih membekas karena ketiga gol yang bersarang ke gawang mereka lahir dari skema tersebut.
Pun demikian dengan kekalahan dari Rennes pada leg pertama babak 16 besar sebelumnya, di mana 2 dari 3 gol mereka melalui skema umpan silang. Teraktual, ya, gol tunggal Everton yang dicetak Phil Jagielka usai menerima bola muntah hasil sundulan Dominic Calvert-Lewin.
Piotr Zielinski
Produktivitas jadi problem Napoli dalam dua laga termutakhir. Cuma sepasang gol yang mereka buat dalam rentang waktu tersebut.
Beruntungnya, Napoli punya Piotr Zielinski, gelandang yang turut aktif dalam membantu serangan. Pemain asal Polandia itu berkontribusi langsung atas 2 dari 3 gol terakhir Napoli--saat takluk dari Genoa dan Empoli.
Dibanding ketiga gelandang lainnya, Zielinski cenderung diberi lisensi untuk bergerak ke sentral pertahanan lawan. Berbeda dengan Jose Callejon yang aktif beroperasi di sayap kanan. Itulah mengapa, Zielinski berpotensi kuat menjadi game changer sekaligus opsi paling pas saat Insigne, Mertens, atau Milik melempem.
