kumparan
18 Feb 2019 14:19 WIB

Berlinton Siahaan dan Glenn Sugita Mundur dari Direksi PT LIB

Bendahara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlinton Siahaan (tengah) seusai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), selaku operator yang sudah mengelola kompetisi sepak bola Indonesia sejak musim 2017, menghelat Rapat Umum Pemegang Saham. Bertempat di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019), mereka menggelar beberapa agenda.
ADVERTISEMENT
Sejak pukul 11:00 WIB, PT LIB sibuk. Rapat yang dipimpin oleh Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan, itu membahas mengenai laporan pertanggungjawaban operasional 2018 dan perencanaan operasional serta keuangan 2019.
Kemudian yang ketiga adalah pengalihan saham dari klub yang degradasi pada musim 2018 ke klub yang masuk ke Liga 1 untuk musim 2019. Menyoal kepemilikan saham, sejak musim 2017, setiap klub memiliki porsi kepemilikan saham 99 persen di PT LIB, sementara 1 persen sisanya dimiliki oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.
Seluruh 99% saham itu kemudian dibagi rata ke 18 klub peserta Liga 1. Artinya, masing-masing klub Liga 1 memiliki 5,5 persen saham.
RUPS PT LIB ini juga menghasilkan keputusan penting. Berlinton, bersama Komisaris Utama, Glenn Sugita, memutuskan untuk mengundurkan diri. Glenn sendiri sudah mengajukan pengunduran diri sejak Oktober 2018 --dengan alasan ingin fokus ke Persib-- dan tinggal menanti persetujuan RUPS.
ADVERTISEMENT
"Saya juga menyampaikan kepada pemilik saham dan para pemegang juga sudah menerima," ujar Berlinton. "Hal-hal lain yang tetap kami jalankan kepada penggantinya adalah saya siap membantu sponsor untuk kompetisi musim ini," lanjutnya.
Berlinton mengaku tak ada alasan spesifik di balik keputusan ini. "Ini murni karena kesibukan saya dan sejak awal saya juga menjadi chairman membantu teman-teman di direksi PT LIB" ucapnya.
Terkait pengganti jajaran, Berlinton mengatakan bahwa sesuai AD/ART, akan ada pergantian dalam 14 hari sejak keputusannya mengundurkan diri. Terkait usulan nama pengganti, ada tiga nama yang mencuat, yakni Presiden Madura United, Achsanul Qosasih, Owner Bali United, Pieter Tanuri, dan Manajer Barito Putera, Hasnuryadi Sulaeman.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan