kumparan
23 Sep 2019 9:51 WIB

Bersinar meski Chelsea Kalah, Itulah N'Golo Kante

Kante cetak gol di laga melawan Liverpool. Foto: Reuters/John Sibley
Pada suatu waktu kita bertanya-tanya kenapa masih ada orang seperti N'Golo Kante di dunia ini.
ADVERTISEMENT
Pesohor lapangan hijau sepertinya masih sempat-sempatnya menghadiri undangan pernikahan anak seorang suporter Chelsea. Kante datang sendirian, menunggu dengan sabar saat hendak mengucapkan selamat kepada mempelai.
Di waktu yang lain kita membaca cerita saat Kante ketinggalan kereta. Alih-alih mati gaya, ia mengiyakan ajakan nongkrong di rumah suporter sambil main FIFA dan makan malam.
Cerita yang ini juga belum dilupakan. Di perayaan juara Piala Dunia 2018, Kante malu-malu memperhatikan kawan-kawannya berfoto dengan trofi masyhur itu.
Ia baru berpose begitu didorong-dorong oleh kawannya. Acungan jempolnya di foto itu begitu kaku, tetapi raut wajahnya menyenangkan buat dilihat.
Kante, si anak baik itu, sudah terbiasa membuat orang gembira. Kebiasaan itu muncul kembali ketika timnya berlaga melawan Liverpool pada Minggu (22/9/2019).
ADVERTISEMENT
Kegembiraan yang diberikan Kante adalah kegembiraan yang meleburkan batas antara suporter Chelsea dan Liverpool. Kegembiraan yang diberikannya adalah kegembiraan yang tidak runtuh walau Chelsea dihajar kekalahan 1-2 di rumah sendiri.
Kante mencetak gol di laga Chelsea vs Liverpool. Foto: Reuters/John Sibley
Liverpool menutup laga sambil membawa cerita dwigol Trent Alexander-Arnold dan Roberto Firmino. Namun, Chelsea juga mengakhiri laga dengan kisah gol Kante yang tidak kalah istimewa.
Tertinggal 0-2, Chelsea tampil menekan sejak babak kedua. Namun, tetap saja peluang demi peluang urung berbuah gol. Harapan untuk lolos dari lubang jarum kekalahan meninggi pada menit 71 berkat ulah Kante.
Gol itu begitu istimewa. Prosesnya dimulai dengan umpan pendek Cesar Azpilicueta. Begitu menguasai bola, Kante langsung dikepung oleh pemain Liverpool.
ADVERTISEMENT
Di momen inilah Kante membuktikan bahwa ia memang gelandang petarung. Dengan mantap ia memutar badan dan mengacaukan kepungan beberapa pemain Liverpool.
"Yang ada di pikiran saya hanya melepaskan diri dari bek yang menghalangi saya," seperti itu penjelasan Kante dalam wawancara usai laganya.
Persoalan Kante belum beres. Dalam sekejap, muncul tiga raksasa pertahanan Liverpool: Virgil van Dijk, Joel Matip, dan Andrew Robertson.
Kante tidak gentar meski ia tahu sehebat apa tiga pemain yang ada di hadapannya itu. Alih-alih mengoper bola, Kante berhasil menemukan ruang untuk melepaskan tembakan. Itu adalah celah antara Van Dijk dan Matip.
Tembakan ke arah gawang itu bukan pertaruhan atas nama kepanikan. Sepakan Kante begitu terukur, membuahkan gol yang bermuara pada kedudukan 1-2.
ADVERTISEMENT
Kante dan Lampard usai laga Chelsea vs Liverpool. Foto: REUTERS/Eddie Keogh
Bahkan bila melihat tayangan ulang, kita akan menyaksikan Van Dijk tidak bereaksi banyak. Ia tidak seperti Van Dijk yang biasa, yang tangguh memutus serangan.
Untuk beberapa saat Stamford Bridge menjadi pengingat bahwa Daud memang pernah menumbangkan Goliat.
Gol itu hanya satu dari sekian kualitas yang ditunjukkan Kante. Pemain asal Prancis ini membukukan 3 tekel sukses, 2 kemenangan duel udara, 2 intersep, 57 sentuhan, dan 2 tembakan. Ia bahkan turut ambil bagian dalam 15 duel di sepanjang laga.
Frank Lampard tidak bisa tidak memuji Kante. Menurutnya, segala hal yang diberikan Kante di pertandingan ini bukan kualitas yang hanya muncul di satu atau dua laga.
"Kami tidak terkejut dengan performa Kante. Ia memang selalu seperti itu. Hasil pertandingan hari ini tidak adil untuknya. Ia menunjukkan performa serupa di Piala Super Eropa meski absen latihan karena cedera. Kualitasnya penting bagi tim ini," jelas Lampard.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan