Kumparan Logo

Cengiz Uender dan Harapan Semu AS Roma

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi gol Cengiz Under. (Foto: Sergei Supinsky/AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi gol Cengiz Under. (Foto: Sergei Supinsky/AFP)

Sindirgi hanya sebuah kota kecil di Provinsi Marmara. Tak ada pesepak bola atau bahkan olahragawan lahir di sana. Namun, hal tersebut tidak lantas membuat Cengiz Uender tak bermimpi untuk menjadi pesepak bola papan atas.

Uender menghabiskan masa kecilnya dengan sepak bola. Nyaris setiap hari ia bermain di lapangan dekat rumahnya. Sampai akhirnya, bakat membawa namanya pergi ke Bucaspor, salah satu akademi sepak bola paling elite di Turki.

Di usia 16 tahun, Uender memutuskan untuk bergabung kesebelasan Divisi Dua Turki, Altinordu. Di sana, namanya kian tenar. Dua kesebelasan papan atas Turki, Galatasaray dan Istanbul Basaksehir, bahkan mulai dihubung-hubungkan dengannya.

Abdullah Avci jadi salah satu orang yang kerap memberikan aplaus atas penampilan apik Uender. Ia yang kala itu menjabat sebagai pelatih Basaksehir pun menjadikannya sebagai buruan utama. Alasannya satu: Uender punya potensi untuk mengubah keberuntungan tim.

Uender menjadi pemain pertama yang didatangkan oleh Avci pada musim panas 2016. Kedatangannya saat itu bahkan disambut dengan perayaan yang lebih hangat dari pendukung Basaksehir, ketimbang saat pemain lain datang.

Meski saat itu masih berusia 19 tahun, Uender sudah menjawab kepercayaan yang diberikan oleh Avci. Nama Uender kian banyak diperbincangkan saat ia mencetak gol ke di kandang Besiktas dalam laga SuperLig.

Penampilan apik membuatnya dipilih menjadi penyerang sayap kanan utama Basaksehir. Total tujuh gol berhasil ia ciptakan dari 32 kesempatan yang diberikan oleh Avci di SuperLig.

Bakat Uender kemudian tercium Manchester City dan Udinese. Namun, dua tawaran tersebut tak membuat Uender tertarik. Tawaran City dianggap tak menarik karena mereka akan menaruh Uender di tim junior, sementara Udinese dirasa tak mampu memenuhi keinginannya bermain di tim besar.

Di tengah pembicaraan transfer dengan City dan Udinese, Roma lewat Ramon Rodriguez Verdejo datang. Pria yang akrab disapa Monchi tersebut mengajukan tawaran yang lebih kecil ketimbang City, tapi sebagai janjinya, ia berani menjamin Uender bakal tampil di tim utama.

“Saya tertarik dengan rencana yang disebutkan oleh Monchi. Ia bercerita bahwa Roma tengah melakukan perubahan besar. Ia juga mengungkapkan bahwa saya akan mengisi tim utama Roma, bukan tim usia muda,” kata Uender.

embed from external kumparan

Sindirgi mengadakan sebuah pesta saat Uender diperkenalkan oleh Roma. Bagi mereka, keberhasilan Uender bergabung Roma adalah sebuah prestasi besar bagi daerah kecil yang tak punya sejarah di dunia olahraga.

Sambutan tak hanya diberikan oleh masyarakat Sindirgi, tapi juga seluruh staf dan pemain-pemain Roma. Alhasil, hal tersebut membuatnya begitu gembira.

Uender tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan kondisi dan taktik Roma. Pendekatan yang dilakukan oleh Eusebio Di Francesco membuatnya dengan cepat melebur dengan skuat Roma.

“Di Francesco menyambut saya dengan tangan terbuka. Ia selalu membantu saya untuk beradaptasi dengan kesebelasan ini. Ia bahkan memberikan banyak waktu untuk membicarakan apa yang ia inginkan dari saya," jelas pemain bertinggi 173 cm ini.

“Dia tahu bagaimana cara yang tepat agar pemain-pemainnya paham dengan taktik yang inginkan. Pendekatan tersebut membuat saya benar-benar tahu bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk membantu seseorang berkembang," tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, Uender berkembang begitu pesat di tangan Di Francesco. Sempat tak pernah bermain penuh hingga Januari 2018, di kesempatan-kesempatan berikutnya ia mulai rutin mendapatkan kesempatan bermain sebagai penyerang sayap kanan.

Under jadi tumpuan Roma. (Foto: Don EMMERT / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Under jadi tumpuan Roma. (Foto: Don EMMERT / AFP)

Dalam 10 pertandingan terakhir di semua ajang, ia mencetak enam gol. Penampilan terbaik Uender sejauh ini terjadi saat ia mencetak dua gol dan satu assist ketika Roma menjamu Benevento, Februari lalu.

Selain itu, dalam 10 pertandingan terakhir, ia membukukan 1,9 percobaan tepat sasaran, 0,9 umpan kunci, dan satu dribel per laga.

Konsistensi Uender membuatnya selalu diharapkan oleh Di Francesco. Sialnya, ia bakal absen ketika Roma bersua Barcelona, Kamis (5/4/2018) dini hari WIB, karena mengalami cedera.

Absennya Uender adalah persoalan besar bagi Roma, terkhusus lini depan mereka. Pasalnya, dari empat pertandingan ia mencetak gol, tiga di antaranya dimenangi oleh Roma.

Ketiadaan Uender membuat Di Francesco diharuskan mencari strategi alternatif. Salah satunya adalah menaruh Diego Perotti di sisi kanan serangan Roma.

Pada akhirnya, keberadaan Uender secara tidak langsung bisa membuat Roma kian percaya diri. Namun, absennya pemain 20 tahun ini juga tidak seharusnya membuat Roma serta merta merasa gentar pada sang lawan.