Pencarian populer

Copa America: Pelatih Paraguay Tolak Kehadiran Qatar dan Jepang

Timnas Qatar merayakan gol ke gawang Paraguay di laga Copa America. Foto: Ricardo Moraes/Reuters
Copa America tak hanya untuk tim-tim Benua Amerika. Negara-negara kontestan dari benua lain kerap meramaikan turnamen via jalur undangan.
ADVERTISEMENT
Semua bermula pada 1999 lalu, ketika Jepang menjadi wakil Asia pertama yang bermain di Copa America. Untuk edisi 2019, Jepang juga mendapatkan invitasi bersama Qatar setelah kedua negara menembus final Piala Asia tahun ini.
Eksistensi Benua Kuning di Copa America dipastikan berlanjut hingga edisi 2020. Selain Qatar, ada pula Australia yang telah mengonfirmasi kehadiran di turnamen yang digelar di Argentina dan Kolombia itu.
Tak semua pihak mendukung hal tersebut. Salah satu yang menolak adalah pelatih Timnas Paraguay, Eduardo Berizzo. Dia melihat turnamen antarnegara di level kontinental seharusnya bersifat eksklusif.
Aksi suporter Timnas Jepang di Piala Dunia. Foto: Reuters/Jason Cairnduff
"Anda membahas tentang negara undangan 'kan? Menyoal Qatar dan Jepang? Saya tak pernah melihat bagaimana Eropa mengundang tim Amerika Selatan untuk berkompetisi," ucap Berizzo seperti dilansir oleh Goal.
ADVERTISEMENT
"Lebih masuk akal, menurut saya, jika Copa America melibatkan Benua Amerika sebagai peserta. Negara-negara Amerika Tengah dan Utara bermain dalam satu turnamen," kata dia.
Sebagaimana dikatakan Berizzo, turnamen kontinental lainnya memang tak pernah mengusung format undangan. Piala Eropa hanya untuk tim-tim Benua Biru, sementara Piala Afrika cuma melibatkan negara-negara Afrika.
Kendati demikian, Berizzo menampik anggapan bahwa ia menaruh sentimen terhadap negara atau benua tertentu. Ia sekadar memberi saran agar turnamen berjalan ideal.
Juru taktik 49 tahun itu juga meminta publik untuk tak mengaitkan opininya dengan hasil yang diraih Paraguay. Ya, anak-anak asuhnya baru saja ditahan 2-2 oleh Qatar pada laga pertama Grup B, Senin (17/6/2019), dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Paraguay unggul dua gol terlebih dahulu via Oscar Cardozo dan Derlis Gonzales. Tripoin kemudian buyar gara-gara lesakan Almoez Ali dan gol bunuh diri Rodrigo Rojas.
"Jangan salah paham. Ini mungkin terkesan sedikit masam karena kami baru bermain melawan Qatar," ujar Berizzo.
Di luar pandangannya terhadap jalur undangan Copa America, Berizzo meminta timnya bangkit di laga selanjutnya. Paraguay dijadwalkan melawan Argentina pada Kamis (20/6), pagi WIB.
Laga tersebut bakal sangat menentukan. Tak cuma buat Paraguay, tetapi juga Argentina yang tengah terbenam di dasar klasemen seusai kalah 0-2 dari Kolombia.
"Hasilnya mengecewakan kami semua, baik suporter maupun pelatih. Kami semua ingin menang. Kini, kami harus memikirkan rival selanjutnya dan banyak hal demi mengevaluasi hasil ini," kata Berizzo.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85