Kumparan Logo

Dalam Diam, N'Golo Kante Menyimpan Optimisme akan Kebangkitan Chelsea

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Chelsea, N'Golo Kante, melepas tendangan yang coba diblok oleh pemain Tottenham, Christian Eriksen, (Foto: REUTERS/Eddie Keogh)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Chelsea, N'Golo Kante, melepas tendangan yang coba diblok oleh pemain Tottenham, Christian Eriksen, (Foto: REUTERS/Eddie Keogh)

N'Golo Kante memang dikenal sebagai sosok pendiam dan pemalu, tetapi bukan berarti pemain asal Prancis tersebut tak bisa menyuarakan optimisme ketika Chelsea tengah terpuruk. Pasalnya, The Blues baru saja keok 0-1 dari Tottenham Hotspur pada semifinal leg pertama Piala Liga Inggris, Rabu (9/1/2019) dini hari WIB.

Gol penalti Harry Kane di menit ke-27 memastikan laga yang berlangsung di Wembley Stadium tersebut berakhir dengan kegembiraan untuk kubu The Liliywhites. Namun, Kante optimistis bahwa Chelsea bisa bangkit saat melakoni leg kedua di Stamford Bridge.

"Kami punya kesempatan lebih besar ketika bertanding di depan para suporter kami. Kami sangat membutuhkan dukungan mereka. Kami punya laga yang akan membawa ke final dan kami akan memberikan penampilan maksimal," kata Kante di situs resmi klub.

X post embed

Dari sudut pandang Kante, 'Si Biru' sebetulnya punya kesempatan besar untuk mencuri kemenangan di markas Spurs. Bukan tanpa pasal, Chelsea sebenarnya bisa menguasai jalannya laga dengan ball possession 57,8 persen.

Di segi penyerangan pun, Chelsea lebih kaya peluang dengan melepas 17 percobaan dan 5 di antaranya menjadi shot on target, Kante sendiri melepas 3 tembakan di mana salah satunya dimentahkan mistar gawang. Sedangkan, Spurs cuma melepas 6 percobaan dengan 4 tepat sasaran.

Berangkat dari kondisi tersebut, Kante sangat yakin Chelsea bisa membalas kekalahan dari Spurs di markas sendiri. Apalagi, ajang Piala Liga menjadi turnamen terdekat dan bisa jadi paling realistis yang mampu diraih Chelsea musim ini bersama manajer baru Maurizio Sarri, sehingga motivasi mereka kian meninggi.

"Kami menunjukkan permainan yang bagus sebetulnya, bisa menguasi bola. Statistik juga menunjukkan hal itu bahwa kami seharusnya bisa mendapat hasil lebih bagus. Tapi, hasil akhir begitu adanya, kami harus menerima itu."

"Saya sangat yakin kita bisa mendapatkan hasil lebih baik lagi ketika bertanding di Stamford Bridge," tegas peraih trofi Piala Dunia 2018 bersama Timnas Prancis ini.

Pengecekan VAR di laga Tottenham vs Chelsea. (Foto: Reuters/Andrew Couldridge)
zoom-in-whitePerbesar
Pengecekan VAR di laga Tottenham vs Chelsea. (Foto: Reuters/Andrew Couldridge)

Di lain sisi, Kante menyebut Chelsea agak kesulitan setelah Spurs mendapat 'hadiah' penalti. Sebabnya, sebelum Kepa Arrizabalaga didakwa melanggar Kane di dalam kotak terlarang oleh wasit Michael Oliver, terdapat kontroversi Video Assistant Refree (VAR) di sana.

Seperti yang dikatakan Sarri usai laga, tayangan ulang yang dimiliki Chelsea menunjukkan bahwa Kane sudah berada di posisi offside. Namun, Oliver punya padangan lain. Setelah menyaksikan VAR, dia memutuskan bahwa posisi Kane onside dan akhirnya memberi penalti buat Spurs.

"Penalti yang diberikan membuat kami semakin kesulitan. Kami berusaha untuk membalas, tapi kami tidak bisa mencetak gol. Itulah alasan mengapa hasil akhirnya jadi seperti itu," pungkas Kante.

Semifinal leg kedua Piala Liga sendiri bakal berlangsung pada, Jumat (25/1) pukul 02:45 dini hari WIB. Namun, sebelum bersua lagi dengan Surs, Chelsea akan lebih dulu berjibaku di pentas Premier League dengan menghadapi Newcastle United dan Arsenal.