Kumparan Logo

Danone Nations Cup: Kiper Jadi Pahlawan, Indonesia ke Semifinal

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Indonesia berpose setelah bertanding di turnamen 2019 Danone Nations Cup. Foto: Martina Cristofani/SIPA/DNC
zoom-in-whitePerbesar
Tim Indonesia berpose setelah bertanding di turnamen 2019 Danone Nations Cup. Foto: Martina Cristofani/SIPA/DNC

Tim Indonesia berhasil menyegel satu tempat di turnamen 2019 Danone Nations Cup. Kiper Indonesia, Imran Siregar (12 tahun), menjadi pahlawan setelah berhasil memblok tendangan lawan pada babak adu penalti.

Indonesia sendiri mengirim dua wakil untuk Danone Nations Cup tahun ini. Yang pertama adalah ASIOP Apacinti yang mengemban nama Indonesia untuk turnamen 2018, yang kedua adalah Fossbi Rajawali Muda yang bermain di turnamen 2019.

Semestinya, ASIOP mewakili Indonesia pada turnamen tahun lalu. Namun, karena Danone Nations Cup absen menggelar turnamen pada 2018, mereka lantas menggabungkannya dengan turnamen tahun 2019. Jadilah ada dua tim yang dikirimkan sekaligus.

kumparan post embed

Tim Indonesia yang bermain di turnamen 2018 terhenti di fase gugur dan hari ini, Jumat (11/10/2019), berlaga pada pertandingan perebutan peringkat akhir. Sementara, tim Indonesia yang bermain di turnamen 2019 berlaga di perempat final.

Hasilnya, Indonesia lolos ke semifinal setelah mengandaskan Maroko. Setelah bermain imbang 0-0, pada pertandingan yang cukup alot —dipenuhi duel fisik, tekel, dan umpan-umpan lambung direct— dan menegangkan, Indonesia memastikan satu tiket di empat besar via babak adu penalti.

Seluruh penendang Indonesia berhasil mencetak gol. Sementara, satu penendang Maroko gagal. Sepakannya ditepis oleh Imran, yang sepanjang fase grup berhasil menorehkan tiga clean sheet dari empat pertandingan.

Imran Siregar, kiper Indonesia di turnamen 2019 Danone Nations Cup. Foto: Rossi Finza Noor/kumparan

“Saya yakin saja,” ujar Imran, yang merupakan siswa SMP 42 Negeri Medan ini.

Imran tidak hanya menepis, tetapi juga berulang kali menebak dengan tepat arah tembakan lawan. “Saya lihat kaki mereka (arah menendangnya ke mana),” ucapnya ketika ditanya mengapa ia bisa dengan jitu menebak arah semua tembakan.

“(Untuk penendang terakhir) saya lihat matanya. Dia lihatnya ke kiri, tapi nendangnya ke kanan,” kata Imran.

Indonesia masih akan memainkan satu pertandingan lagi hari ini. Jika berhasil melewati adangan Spanyol di semifinal, mereka akan tampil di final dunia yang berlangsung di RCDE Stadium, Barcelona, Sabtu (12/10).

Spanyol sendiri adalah lawan tangguh. Dalam lima laga di Danone Nations Cup tahun ini, mereka selalu meraih kemenangan dan belum pernah kebobolan. Total, Spanyol mencetak 17 gol sampai akhirnya lolos ke semifinal.