Dipermalukan Bayern, Spurs Nyaris Samai Rekor Buruk Mereka Sendiri

Hanya satu poin yang ditargetkan pelatih Niko Kovac dari lawatan Bayern Muenchen ke London utara. Kovac bukannya pesimistis. Pria Kroasia itu hanya mencoba bersikap realistis.
Dia tahu situasi tuan rumah, Tottenham Hotspur, sedang tidak bagus. Akan tetapi, Kovac juga sadar bahwa lawannya itu punya pemain-pemain berkualitas. Dan kekhawatiran Kovac itu terbukti ketika Son Heung-min sukses mencetak gol ke gawang Manuel Neuer.
Gol Son tercipta di menit ke-12 dan ia tercipta menyusul serangkaian upaya yang membuat Neuer harus jatuh bangun melakukan penyelamatan. Sampai pada titik itu Tottenham masih jadi tim berbahaya yang diwaspadai oleh Kovac.
Namun, hanya tiga menit setelah gol Son itu, Bayern sukses menyamakan kedudukan melalui sepakan jarak jauh Joshua Kimmich. Setengah jam kemudian Bayern bahkan berbalik unggul lewat Robert Lewandowski.
Bayern unggul 2-1 saat turun minum. Dengan skor sekian, semua masih bisa terjadi. Apalagi, permainan berlangsung relatif seimbang pada babak pertama. Mereka sama-sama mampu melancarkan 5 tembakan tepat sasaran.
Akan tetapi, pada babak kedua Bayern mengamuk. Lima gol, yang empat di antaranya dicetak Serge Gnabry, berhasil mereka sarangkan ke gawang Hugo Lloris. Di sisi lain, Tottenham hanya bisa memperkecil ketertinggalan lewat sepakan penalti Harry Kane.
Bayern menang 7-2 dan mereka sendiri sulit percaya bisa melakukan itu. "Sulit menggambarkan kemenangan 7-2 ini dengan kata-kata. Tak ada satu pun dari kami yang membayangkan bisa menang dengan skor seperti ini," kata Gnabry seusai laga.
Jika Bayern saja sulit percaya, bisa Anda bayangkan apa yang dirasakan kubu Tottenham. Pelatih Mauricio Pochettino mengaku sulit menerima kekalahan tersebut. "Kami betul-betul kecewa. Bayern seperti bisa mengubah setiap sentuhan menjadi gol," katanya.
Nah, bagi Tottenham sendiri, kekalahan memalukan ini membawa mereka pada rekor yang tidak diinginkan. Ada dua rekor buruk, malah, yang 'berhasil' mereka bukukan.
Yang pertama, soal jumlah kebobolan di kandang. Menurut Opta, belum pernah sebelumnya Tottenham sampai kemasukan tujuh kali di kandang sendiri. Yang memalukan lagi, tujuh gol itu bisa diciptakan Bayern hanya lewat 10 tembakan tepat sasaran.
Yang kedua, soal kekalahan terburuk tim Inggris. Sebelum Tottenham kalah 2-7 dari Bayern ini, kekalahan terburuk tim Inggris di Eropa dicatatkan oleh... Tottenham sendiri pada 1995! Ya, Tottenham nyaris menyamai rekor buruk yang mereka ciptakan sendiri.
Ketika itu Tottenham menderita kekalahan dengan skor 0-8 di ajang Piala Intertoto. Menariknya, ketika itu pun mereka kalah dari tim Jerman bernama FC Koeln. Salah satu pemain Tottenham pada laga tersebut adalah eks pelatih Crystal Palace, Alan Pardew.
Adapun, dengan kekalahan dari Bayern itu, Tottenham untuk sementara menjadi juru kunci Grup B. Mereka ada di bawah Olympiacos yang dini hari tadi juga menelan kekalahan dari Crvena Zvezda. Bedanya, Olympiacos 'hanya' kalah dengan skor 1-3 sehingga unggul dalam urusan selisih gol.
