Kumparan Logo

Dua Tim Terbaik Indonesia Siap Terjun ke Danone Nations Cup 2019

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Indonesia yang akan berlaga di Danone Nations Cup 2019. Foto: Aqua-Danone
zoom-in-whitePerbesar
Tim Indonesia yang akan berlaga di Danone Nations Cup 2019. Foto: Aqua-Danone

Untuk para bocah, sepak bola adalah mimpi yang boleh dibilang muluk dan tidak muluk. Muluk karena biasanya mereka bermimpi untuk sebisa mungkin menjadi pemain kelas dunia, tidak muluk karena sesungguhnya sepak bola adalah permainan yang amat mudah dimainkan.

Untuk memahami frasa "mudah dimainkan" itu, mari mundur sejenak dari ingar bingar sepak bola level akbar yang dimainkan di stadion-stadion besar dan disaksikan puluhan ribu penonton. Pada bentuknya yang paling mentah, sepak bola bahkan bisa dimainkan tanpa adanya lapangan sekalipun.

Anda, yang bermain sepak bola semasa kecil, boleh jadi mengingat-ingat masa-masa itu: Bola plastik, gawang dengan dua buah tiang imajiner berupa sandal jepit, dan gang-gang sempit yang dalam benak Anda berubah menjadi San Siro atau Santiago Bernabeu.

Pada lain kesempatan, arena bermain itu berubah menjadi sedikit lebih baik. Ia bukan lagi gang-gang sempit, melainkan lapangan besar dengan tanah merah dan sedikit rumput. Kaki yang biasanya nyeker bersalin mengenakan sepatu bola yang dibeli para orang tua dengan menyisihkan sedikit (atau banyak dari) penghasilan mereka.

Pada sebuah siang yang teramat terik di Jakarta, saya mendengar ucapan itu: "Sepak bola adalah olahraga akar rumput, makanya begitu digemari di Indonesia." Ucapan tersebut berasal dari Marketing Manager Danone-Aqua, Jeffri Ricardo.

Rabu (2/10/2019) siang itu, Jeffri tengah mempresentasikan turnamen besar yang dialamatkan untuk anak-anak berusia 12 tahun, Danone Nations Cup (AQUADNC). Sembilan belas tahun sudah Danone Nations Cup digelar, memberikan kesempatan kepada para anak dari berbagai negara untuk mencicipi pertarungan kelas dunia.

Para pemain tim Danone Nations Cup Indonesia menyuarakan yel sebelum beruji tanding. Foto: Aqua-Danone.

Sejak 2003, Indonesia selalu ambil bagian. Untuk tahun ini, Indonesia mengirimkan dua tim, yakni ASIOP Apacinti (juara nasional AQUADNC 2018) dan Fossbi Rajawali Muda (juara nasional AQUADNC 2019). Kedua kesebelasan tersebut akan bertanding pada AQUADNC 2019 yang akan berlangsung di Barcelona, 7-12 Oktober 2019.

Setelah menggelar edisi 2017 di New York, Danone Nations Cup absen sejenak pada 2018. Oleh karena itu, edisi tahun 2019 pun menjadi edisi khusus: Dua final dunia sekaligus mereka gelar. Yang pertama untuk para perwakilan juara nasional dari 2018, sementara yang lainnya untuk para para juara nasional dari 2019.

ASIOP, yang menjadi wakil Indonesia pada turnamen para juara dari 2018, tergabung di Grup C bersama Bulgaria, Portugal, Afrika Selatan, dan Brasil. Sementara itu Fossbi, wakil Indonesia untuk turnamen 2019, tergabung di Grup D bersama Jerman, Tunisia, Hongaria, dan Portugal.

"Kami ingin memastikan kedua tim siap memberikan yang terbaik di Barcelona," kata Jeffri.

Yang menarik, sejak edisi 2017, Danone Nations Cup memberikan ruang untuk sepak bola perempuan. Oleh karena itu, pada turnamen kali ini, total 16 tim sepak bola perempuan dari berbagai negara juga ikut ambil bagian. Meski begitu, jumlahnya memang masih lebih sedikit ketimbang tim sepak bola laki-laki --yang berjumlah total 40 tim.