Kumparan Logo

Francesco Totti, Class of 2017 Itu, Menerima Jersi Hall of Fame Roma

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Francesco Totti jadi Hall of Fame ke-28 AS Roma. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)
zoom-in-whitePerbesar
Francesco Totti jadi Hall of Fame ke-28 AS Roma. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)

Francesco Totti abadi di Kota Roma. Totti menyerahkan hidup dan matinya untuk Roma dan AS Roma. Ia lahir, besar, beranak, menjalani hidup, dan bukannya tak mungkin memilih mati di kota ini.

Barangkali, kaisar zaman Romawi pun tidak akan se-Roma Totti. Tidak ada orang lain yang lebih Roma ketimbang Totti. Dialeknya yang kental, candaan-candaannya yang khas, sampai kobar dedikasinya yang tak pernah padam, semua diwujudkan Totti di, dari, dan untuk Roma.

Bersama timnya itu, Totti tak cuma menjadi kapten, ia adalah bukti bahwa di ranah sepak bola modern, fantasista itu masih ada. Pemain yang menyandang predikat mahaharum ini tidak cuma ganas di tiga perempat akhir lapangan, tapi juga memiliki teknik dan daya kreasi yang dahsyat--serupa magi dalam dongeng lampau.

Atas kemampuannya ini, klub-klub menawari kontrak mentereng kepada Totti, AC Milan dan Real Madrid adalah salah duanya. Namun, Totti bergeming. Ia tidak menutup pintu rapat-rapat, ia menyambut siapa pun yang mendatanginya dengan tumpukan kontrak dan janji-janji manis.

Hanya, serupa lelucon yang tak pernah bosan berkelindan dari mulutnya, penolakan pun tak pernah jenuh ia ucapkan. Totti tetap di Roma. Sampai gantung sepatu, jersi bernomor punggung 10 itu tetap melekat di tubuhnya dari satu laga ke laga lain. Pada akhirnya, 786 laga dan 307 gol dipersembahkannya untuk Roma, klub semata wayangnya itu. Ia bertanding sebagai kapten di 570 laga kompetitif 'Serigala Ibu Kota'.

Francesco Totti gantung sepatu. (Foto: Stefano Rellandini/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Francesco Totti gantung sepatu. (Foto: Stefano Rellandini/Reuters)

Sehebat-hebatnya pemain, masanya tetap akan habis. Pemain silih berganti, Totti tahu diri. Ia memutuskan untuk pensiun, menuntaskan kariernya sebagai pemain sepak bola. Totti tak benar-benar pergi dari Roma. Di banyak laga, guratan kecemasan, kekecewaan, dan kegembiraannya tertangkap sorot kamera. Ia duduk di tribune. Kadang bersama para petinggi, kadang entah dengan siapa. Begitulah Totti, Roma belum habis dalam hidupnya.

Keabadian pada dasarnya bukan milik sepak bola, maka sepak bola menciptakannya sendiri. Itu pulalah yang dilakukan oleh manajemen Roma kepada Totti. Tepat pada 28 November 2018, ia anugeragi jersi Hall of Fame. Totti menjadi satu-satunya anggota Class of 2017 Roma. Ia menjadi orang ke-28 yang dianugerahi gelar semerbak bertajuk Hall of Fame di sepanjang sejarah Roma, yang ditandai dengan penyerahan jersi kehormatan.

Jersi ini dirancang di Trigoria (pusat pelatihan tim) pada musim semi 2012 dan diproduksi setiap tahun oleh satu penjahit tetap yang konon telah merancang kostum Roma sejak 1970, Mario Calvo. Dua jersi Hall of Fame diproduksi setiap tahunnya. Jersi pertama akan diberikan kepada penerima gelar. Sementara, kostum kedua dipegang oleh klub untuk disimpan di museum klub di Stadio della Roma yang sedang direncanakan pembangunannya.

X post embed

Jersi ini dibuat khusus dari wol jenis merino. Karena Totti adalah seorang pemain outfield, maka ia menerima jersi berwarna merah dengan trim kuning tua. Seandainya Totti adalah penjaga gawang, maka jersi yang diterimanya akan berwarna hitam dengan trim kuning dan merah.

Bila diperhatikan, jersi yang mengambil model polo shirt ini memiliki tiga kancing. Namun, kancing itu bukannya tanpa arti. Mereka mewakili tiga klub yang pada akhirnya bergabung menjadi AS Roma: Roman FC, SS Alba-Audace, dan Fortitudo-Pro Roma SGS

Di bagian dada, terdapat lambang dan nama klub diikuti dengan frasa Hall of Fame yang dilengkapi dengan nama lengkap pemain dan tahun bergabung di Class of (tahun pensiun, karena Totti bagian Class of 2017, maka 2017-lah yang ditulis di sana). Dan di bagian punggung, tentu tertera nama Totti.

Logo Hall of Fame dan tahun kelas dijahit di lengan kanan. Sementara, di lengan kiri tertulis nama pemain sesuai jersi terakhir dan tulisan 'AS Roma'. Totti merupakan Hall of Fame pertama yang menerima kostum ini dengan warna yang telah mengalami perubahan sejak 2017.

Fransesco Totti (Foto: Mike Lawrie/Getty Images)
zoom-in-whitePerbesar
Fransesco Totti (Foto: Mike Lawrie/Getty Images)

Terlepas dari segala kerumitan yang muncul di kostum tadi, pelantikan itu tentu begitu spesial karena bertepatan dengan kelolosan Roma ke babak 16 besar Liga Champions 2018/19. Prosesi ini mungkin hanya berjalan beberapa menit, tapi di dalamnya tersimpan rapi kisah panjang yang menandai perjanjian spesial Totti dengan Roma. Perjanjian yang lebih hebat dari kontrak apa pun, perjanjian seumur hidup.

“Ini adalah hari yang menjadi penanda, begitu spesial. Saya adalah orang Roma, pencinta Roma, saya hanya bermain untuk satu klub yang juga menobatkan saya sebagai kapten. Berdiri di sini di hadapan fans selalu menjadi hal emosional bagi saya. Bersama mereka setiap hari terasa seperti Hall of Fame bagi saya. Kita akan selalu bersatu, kita semua adalah saudara. Saya sungguh mencintai kalian semua. Kalianlah Hall of Fame saya, kalian begitu berharga dan akan selalu berharga,” seperti itu Totti bertutur tentang gelar barunya ini.

X post embed