kumparan
7 Jun 2018 0:37 WIB

Hindari Rasialisme, Danny Rose Larang Keluarganya ke Piala Dunia 2018

Danny Rose, 'full-back' kiri Inggris. (Foto: Reuters/Carl Recine)
Setidaknya, ada satu pesepak bola yang tidak akan disaksikan keluarganya ketika berlaga di Piala Dunia 2018 mendatang. Pesepak bola yang dimaksud adalah Danny Rose. Pemain Tim Nasional (Timnas) Inggris itu memang secara khusus melarang keluarganya untuk datang ke Rusia.
ADVERTISEMENT
Rose punya alasan kuat untuk melakukan itu. Pada Maret silam, full-back Tottenham Hotspur tersebut sudah melihat bagaimana buruknya perlakuan penggemar Timnas Rusia kepada pemain keturunan Afrika di laga melawan Timnas Prancis di Stadion Saint Petensburg. Akibat begitu banyak yel-yel bernada rasialis yang dinyanyikan penggemar Sbornaya, FIFA pun mendenda Federasi Sepak Bola Rusia sebesar 22 ribu poundsterling (sekitar 410 juta rupiah).
Namun, Rose tak yakin kalau denda tersebut berhasil bikin penggemar Timnas Rusia kapok. Pasalnya, laporan FARE (organisasi yang menganalisis tindakan rasialis di sepak bola Eropa) dan Sova Centre (organisasi yang mirip FARE namun dalam skala yang lebih kecil di Rusia) mengklaim bahwa ada 19 yel-yel bernada rasial di Liga Rusia musim 2017/18.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, Rose tak ingin mengambil risiko.
"Dari nada suaranya, saya tahu bahwa ayah saya begitu kecewa. Dia berbicara tentang kemungkinan untuk tak dapat lagi melihat saya bermain langsung di Piala Dunia. Tentu hal tersebut membuat saya sedih. Namun, saya tak ingin mengkhawatirkan keselamatan keluarga saya ketika saya sedang bersiap untuk bertanding," ujar Rose kepada Evening Standard.
"Saya sama sekali tidak mengkhawatirkan diri saya. Tapi, saya sudah bilang ke keluarga saya bahwa saya tak ingin mereka ke sana karena ada tindakan rasialis dan hal-hal buruk yang mungkin terjadi."
Rose punya pengalaman pribadi terkait rasialisme. Di laga Timnas Inggris U-21 melawan Serbia U-21 pada 2012, Rose menjadi momok bagi penggemar Timnas Serbia. Sebagai respons, ketika bola ada di kaki Rose, para penggemar Serbia akan menirukan suara monyet. FA Serbia didenda FIFA 65 ribu poundsterling.
ADVERTISEMENT
"Saya tidak mendapatkan dukungan dari orang-orang luar Inggris setelah menjadi korban hinaan rasial dari penggemar Serbia. Saya bahkan tak pernah diajak bicara oleh orang-orang di luar Inggris terkait hal itu," tutur Rose.
"Tapi, saya tidak ingin terdengar seperti anak manja. Ada begitu banyak pesepak bola yang sudah mengalami hal yang lebih buruk daripada yang telah saya rasakan. Kami (ras kulit hitam, red) cukup kuat untuk menghadapinya dan kami punya orang-orang yang tepat di sekililing kami," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan