Indra Sjafri dan Yusuf Mansur Ingin Persikota Promosi secara Halal

21 November 2017. Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk kesekian kali membuat kebijakan yang banyak dipertentangkan banyak pihak. Itu setelah mereka memecat Indra Sjafri sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19.
Namun, siapa sangka, justru pemecatan itu membawa berkah tersendiri bagi Indra. Karena tak lama setelah itu, Indra ditawari berkolaborasi oleh Ustaz Yusuf Mansur untuk mendirikan sebuah holding company yang bergerak di bidang sepak bola.
Setelah digodok secara serius selama dua bulan, lalu lahirlah I.S.Y.M (Indra Sjafri Yusuf Mansur). Sebuah perusahaan induk yang bergerak membawahi berbagai macam unit usaha dari mulai klub, akademi, hingga event organizer.
kumparan (kumparan.com) berkesempatan menemui Indra di kantor I.S.Y.M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam perbincangan hangat itu, Indra mengungkapkan awal mula pertemuan dengan Yusuf Mansur hingga akhirnya membentuk I.S.Y.M. Berikut petikan wawancaranya.
Bagaimana awal mula perkenalan coach dengan Ustaz Yusuf Mansur?
Saya sudah lama kenal dengan beliau, sejak 2013, setelah Timnas U-19 juara di Piala AFF. Ustaz juga kebetulan suka sepakbola. Cuma setelah itu, karena kami punya kesibukan masing-masing, jalan dengan profesi masing-masing.
Tapi, ustaz tetap memperhatikan kiprah saya dan bagaimana hasilnya bersama klub atau timnas. Setelah saya tidak di PSSI, beliau telepon, mengajak saya untuk berkiprah di luar PSSI. Beliau mengajak saya untuk membuat wadah, mendukung PSSI, terutama soal pembinaan usia muda.

Bisa dijelaskan apa sebenarnya produk dari I.S.Y.M?
I.S.Y.M ini sebuah holding company yang mengelola klub, akademi, event organizer (EO) sampai agency. Tapi, fokusnya tetap kepada kebiasaan saya yaitu membangun usia-usia muda.
Kalau ada klub-klub yang secara manajamen (finansial) kurang mampu, kami bantu mengakuisisi klub tersebut. Sekarang ada satu klub, Persikota Tangerang.
Selain itu, ustaz juga prihatin, pelatih-pelatih kita banyak yang tidak sanggup ambil lisensi, karena itu kami akan bantu tapi bertahap. Kami targetkan bantu 1.000 pelatih untuk bisa mengambil lisensi kepelatihan C AFC.
Apa peran coach di I.S.Y.M?
Saya dan ustaz mendirikan I.S.Y.M bersama-sama, dengan dibantu teman-teman yang punya satu visi di sepak bola. Saya juga perlu luruskan, secara individu saya tetap sebagai pelatih. Tahun ini, kenapa saya tidak ambil (melatih) klub, karena pada April nanti, saya mau mengambil lisensi A Pro. Itu selama tahun, ada di Indonesia dan Madrid. Karena bagus, kan? Saya bisa melatih, tapi juga sekaligus belajar manajemen I.S.Y.M.
Tujuan apa yang ingin dicapai I.S.Y.M?
Kami ingin menghadirkan pemain yang berkualitas dari akademi, sehingga bisa mendukung timnas. Kami akan jalankan akademi Indra Sjafri Football Academy di Bontang, Kalimantan Timur. Itu jadi akademi perdana di bawah I.S.Y.M.

Saya ‘kan punya identitas bermain sendiri, dan itu yang akan saya kembangkan di akademi. Cita-cita saya, akademi kami nanti punya standar serta kurikulum yang sama, pelatih juga harus punya visi yang sama. Saya ingin punya filosofi sepak bola sendiri yang nanti tujuan akhirnya adalah untuk timnas. Bagaimana juga pemain tidak hanya pandai bermain bola, tapi juga punya sikap dan kecerdasan yang baik.
Apa alasan I.S.Y.M mengakuisisi Persikota Tangerang?
Tidak ada pertimbangan apa-apa. Pokoknya, asal ada klub yang kesulitan finansial dan kepala daerahnya mendukung, kami akan ambil. Karena dukungan pemerintah daerah itu penting, menyangkut masalah infrastruktur, ijin, dan lain-lain. Dalam sepak bola sebenarnya pelaku dengan pemerintah harus bekerjasama, tidak bisa berlawanan, harus saling mendukung.
Tapi yang membuat banyak pihak heran karena Persikota berlaga di Liga 3 Asprov PSSI. Apa pendapat coach?
Orang menyemai itu 'kan harus dari bibit. Kami bisa saja ambil klub Liga 1, tapi nanti pasti akan dipergunjingkan sama orang karena beli lisensi. Kami tidak mau itu.
Kami mau naik (promosi) yang halal, jangan pakai cara-cara haram. Jadi, misalnya Persikota ditakdrikan belum naik, ya tidak apa-apa. Kami tidak akan melakukan hal-hal yang tidak pantas untuk bisa naik. Misi kami pemain-pemain muda bisa jadi di situ. Bisa jadi tidak akan pakai pemain senior dan pakai semua pemain usia di bawah 23 tahun. Nanti lihat regulasinya seperti apa.

Apakah Ustaz Yusuf Mansur paham dengan kondisi sepak bola nasional saat ini?
Bagi saya, yang terpenting adalah kalau ada hal yang tidak benar, jangan diikuti. Justru itu, kami tidak perlu berpolemik. Saya hanya mau berkontribusi dari segi teknis, saya mau hadirkan pemain-pemain buat PSSI dengan memberikan latihan di akademi, saya juga ingin kasih contoh cara manajemen klub yang baik. Kami mau kasih lihat bahwa kalau mau membangun klub, ya harus mau berdarah-darah.
Banyak juga kabar yang menyebutkan coach akan melatih Persikota. Apa benar?
Saya bukan pelatih di sana. Saya yang carikan pelatih. Jadi biasanya saya yang dipecat, nanti saya jadi tukang pecat orang he he he…
Tapi, tentu berbeda, karena saya paham bagaimana teknisnya. Saya merasakan bagaimana menjadi seorang pelatih. Sekarang, saya ingin mencoba posisi di atas pelatih, saya paham betul apa yang dia lakukan. Saya pasti akan lebih bijaksana daripada orang yang duduk di top level tapi tidak pernah mencoba (sebagai pelatih).

Bagaimana dengan kabar akusisi klub lain?
Saya juga harus menegaskan, bahwa sampai saat ini, baru Persikota yang sudah resmi diakusisi. Yang lain belum. Memang ada beberapa yang masih dalam tahap penjajakan, tapi tidak akan kami ungkap. Lebih baik jelas dulu, baru kami publikasikan. Daripada sudah terlanjur diberitakan, nanti malah tidak jadi.
Target ada berapa klub yang akan diakusisi?
Saya lagi tanya ke PSSI, boleh tidak punya 100 klub? ‘Kan tidak boleh. Aturan tidak boleh ditabrak, makanya saat ini kami fokus dulu ke satu klub.
