kumparan
6 Agu 2019 23:25 WIB

Jakmania Segera Telusuri Massa yang Melempari Komandan Cafe

Suasana pasca rusuh di Komandan Caffe Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Kerusuhan pecah di Komandan Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2019) petang WIB. Asumsi awal, peristiwa tersebut terjadi dipicu oleh massa berbaju oranye yang melempari benda tumpul macam botol dan petasan terhadap sejumlah orang yang berada di cafe tersebut.
ADVERTISEMENT
Usut punya usut, di cafe itu tengah berlangsung nonton bareng pertandingan final leg kedua Piala Indonesia yang mempertemukan PSM Makassar vs Persija Jakarta. Mayoritas orang yang menyaksikan laga tersebut diketahui adalah pendukung PSM yang berdomisili di daerah Jakarta dengan sebutan GW PSM.
Salah seorang saksi mengatakan bahwa keributan bermula pada pukul 18:15 WIB. Menurut sang saksi, massa yang jumlahnya ratusan itu mulai melontarkan makian dari seberang cafe tersebut ketika Persija dipastikan kalah 0-2 dari PSM.
Usai meneriaki dengan nada cacian, petasan kemudian mulai mendarat di halaman cafe. Aksi ini kemudian semakin memanas dan ketika massa yang tadi melemparkan petasan langsung menyebrangi jalanan untuk kembali melemparkan botol.
Saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan bahwa warga sekitar sudah sempat melarang kegiatan nonton bareng. Bahkan, pihak RT dan RW setempat juga sudah mewanti-wanti sebelum sepak mula pertandingan dilakukan.
ADVERTISEMENT
''Pastinya warga kampung sini takut ada kerusuhan kalau menggelar nobar-nobar begitu. Benar saja, enggak lama setalah pertandingan selesai, petasan nyasar, botol, sampai pecahan kaca sudah ada di halaman cafe,'' ujarnya kepada kumparanBOLA ketika memberikan keterangan di samping cafe tersebut.
Saksi sejatinya enggan menyebut bahwa massa yang melakukan aksi anarkis itu adalah pendukung Persija. Namun, jika menilik atribut berwarna oranye, sorotan jelas tertuju pada Jakmania.
Demi menelusuri peristiwa ini lebih lanjut, kami bertemu dengan Sekretaris Umum Jakmania, Diky Soemarno, untuk memberikan keterangannya. Diky, yang tiba di lokasi 20 menit selepas kerusuhan, memberikan pandangannya.
''Tadi mendengar ada penyerangan di salah satu sekretariat GW PSM, saya langsung ke sini sebagai bentuk tanggung jawab dari Jakmania. Tapi, bukan arti kata Jakmania melakukan itu, ya, tetapi mungkin ada orang-orang yang melakukan penyerangan dan itu yang sangat disesalkan,'' ujar Diky kepada kami.
ADVERTISEMENT
''Saat ini kami masih mencari tahu kelompok mana yang melakukan penyerangan. Jika berdasarkan keterangan mereka (GW PSM), mereka nonton bareng kok dengan Jakmania. Dan ketika ada penyerangan, temen-temen Jakmania membantu menghalau, tetapi kalah jumlah dan pada akhirnya tentu kesulitan menghalaunya.''
''Dan tentu jika nanti ketahuan kelompok yang menyerang itu Jakmania akan kami tindak tegas,'' imbuhnya.
Sejumlah warga membubarkan diri pasca rusuh di Komandan Caffe. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Selain perwakilan Jakmania yang hadir, pihak Kepolisian Jakarta Selatan, juga melakukan sejumlah pengamanan terhadap GW PSM. Sempat dimintai keterangan selama 20 menit, para penonton dari GW PSM akhirnya diperbolehkan pulang.
''Kami juga melakukan koordinasi dengan Kapolres Jaksel. Tadi, kami juga sempat sampaikan bahwa ayo sama-sama menahan diri saja, teman-teman GW PSM dan teman-teman suporter Makassar sama-sama menahan diri. Intinya jangan memperkeruh situasi via media sosial karena bahaya dan bisa jadi pemicu juga. Saya pribadi meminta banget sama temen-temen Jakmania untuk menahan diri biar enggak merugikan Persija nantinya,'' ucap Diky.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan