Pencarian populer

Juru Selamat Liverpool Itu (Mungkin) Virgil van Dijk

Ekspresi Van Dijk usai cetak gol (Foto: Reuters/Carl Recine)

Phillipe Coutinho telah pergi ke Barcelona. Sosoknya yang diharapkan dapat menjadi pembeda di Liverpool sekarang sudah tiada. Jelang laga melawan Manchester City, Minggu (14/1/2018) malam mendatang, sosok juru selamat itu (mungkin) akan bergeser ke sosok bek asal Belanda bernama Virgil van Dijk.

Setelah melalui sebuah saga yang cukup menarik, pada akhir tahun 2017, beberapa hari setelah Natal dan bertepatan dengan musim dingin di Inggris, Virgil van Dijk meresmikan kepindahannya ke Liverpool dari Southampton. Mahar sebesar 75 juta poundsterling mendaratkan pemain berusia 26 tahun itu ke Stadion Anfield.

"Kupikir, ini adalah waktu yang tepat bagiku untuk berada di sini dan mengembangkan aspek permainan yang ada. Itu adalah tujuan utamaku," ujar Van Dijk saat dia resmi pindah ke Liverpool.

Debutnya di Anfield ditandai dengan manis. Dalam laga bertajuk Derbi Merseyside menghadapi Everton di babak ketiga Piala FA, Van Dijk menjadi pemecah kebuntuan pada menit ke-84. Sundulannya, memanfaatkan umpan silang dari Alex Oxlade-Chamberlain, sukses membawa "Si Merah" memenangi laga atas The Toffees dengan skor 2-1. Dia pun mengungkapkan kebahagiaannya usai menjalani debut ciamik untuk Liverpool tersebut.

"Malam yang indah. Rasanya luar biasa bisa bermain bersama mereka semua. Gol yang saya cetak ini juga terasa spesial bagi saya, juga untuk keluarga saya. Bermain di Anfield mengenakan seragam Liverpool adalah mimpi bagi setiap pemain. Bagi saya sendiri, mimpi itu sudah menjadi nyata," ungkap Van Dijk.

Sekarang boleh jadi Van Dijk sedang larut dalam kebahagiaan. Namun, tugas berat sudah menantinya pada akhir pekan ini. Di saat Coutinho sudah pergi, Van Dijk diharapkan dapat menjadi juru selamat Liverpool. Kehadirannya di lini pertahanan diharapkan dapat menutup lubang yang begitu menganga pada pertemuan pertama Liverpool dan Manchester City di Stadion Etihad kemarin.

Apakah seorang Virgil van Dijk dapat melakukannya?

Kemampuan Individu Van Dijk

Menilik kemampuan individu Van Dijk, dia adalah salah satu bek terbaik yang ada di Premier League. Tidak terlalu gegabah dan lebih banyak membaca permainan membuatnya menjadi sosok yang kalem di lini pertahanan. Hal ini tampak dari catatan defensifnya selama membela Southampton pada putaran pertama Premier League musim 2017/18.

Dari 12 laga yang dia jalani bersama The Saints di Premier League, Van Dijk menorehkan rataan intersep per pertandingan yang cukup tinggi, yakni 2,4 kali. Rataan intersepnya ini mengungguli rataan pelanggaran dan tekelnya per pertandingan, yaitu sebanyak 0,5 kali (pelanggaran) dan 0,8 kali (tekel).

Kondisi usai Van Dijk cetak gol (Foto: REUTERS/Phil Noble)

Rataan intersep yang lebih tinggi dari tekel dan pelanggaran ini mencerminkan bahwa Van Dijk, alih-alih bertahan dengan serampangan, lebih suka bertahan dengan menggunakan otak. Daripada menekel pemain lawan secara sembarangan, Van Dijk lebih senang membaca permainan baru kemudian memotong serangan lawan dengan cara intersep. Cara seperti ini cukup efektif bagi tim yang menyerang dengan memanfaatkan pemosisian pemain secara rapi.

Pada laga melawan Everton di babak ketiga Piala FA kemarin, Van Dijk juga menunjukkan gaya bertahan yang cukup apik. Dia menjadi pemain yang paling banyak melakukan intersep, yakni sebagai tiga kali. Total tekelnya hanya satu, pun dengan pelanggarannya yang hanya sekali. Hal ini mencerminkan rapinya Van Dijk dalam bertahan, terlepas dari satu gol yang berhasil dicetak oleh Gylfi Sigurdsson bagi Everton.

Akankah Van Dijk Cemerlang dalam Laga Melawan City?

Manchester City bukanlah tim yang juga sembarangan. Dalam ajang Premier League musim 2017/18 ini, City menjelma menjadi salah satu kekuatan yang cukup sulit ditaklukkan. Dari 22 laga yang sudah mereka jalani di Premier League, City sama sekali belum pernah menorehkan kekalahan, dengan catatan 20 kemenangan dan dua kali hasil imbang.

Secara pertahanan dan penyerangan, City juga menjadi yang terbaik di antara kontestan Premier League yang lain. Total 64 gol sudah mereka cetak, dan sejauh ini mereka baru kebobolan 13 gol. Dominasi City di Premier League ini bukan hanya masalah posisi di klasemen saja, tapi juga dalam urusan mencetak gol dan angka kebobolan yang sedikit.

Menghadapi tim seperti ini, yang menyerang dan bertahan secara terstruktur, diperlukan seorang bek yang juga pandai membaca permainan dan tidak menghalau penyerang lawan secara manasuka. Di sinilah peran Van Dijk dibutuhkan, karena berdasarkan segala catatan individunya sebagai bek, dia adalah bek yang cerdas.

Van Dijk merayakan gol (Foto: Reuters/Carl Recine)

Namun, Van Dijk pun tidak bisa bekerja sendiri. Tandemnya di lini pertahanan, Joel Matip, para full-back di sayap, serta gelandang bertahan yang ada di depannya (kemungkinan besar Jordan Henderson) harus memberikan perlindungan dan juga bantuan terhadap Van Dijk, karena serangan City juga tidak dilakukan secara asal-asalan. Lima gol yang terjadi ke gawang Liverpool pada pertemuan pertama silam merupakan cermin dari terlalu banyaknya celah di lini pertahanan Liverpool.

Intinya Van Dijk memang mumpuni untuk menutup celah di lini pertahanan Liverpool dalam laga melawan City nanti. Dia juga bisa jadi juru selamat yang akan membikin pemain-pemain macam Sergio Aguero atau Gabriel Jesus kesulitan. Namun, sebagaimana penyerangan, pertahanan juga adalah sebuah sistem. Van Dijk tetap butuh bantuan pemain lain dalam mengawal pertahanan.

Jika tidak, maka kejadian lima gol di Etihad pada awal September 2017 bisa saja kembali terulang.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23