kumparan
11 Jul 2018 23:52 WIB

"Juventus Jadi Tujuan yang Paling Masuk Akal bagi Ronaldo"

Perin saat membela Timnas Italia. (Foto: AFP/Miguel Medina)
Cristiano Ronaldo adalah nama besar di atas lapangan bola. Siapa pun yang menjadi lawannya akan merasa terancam, siapa pun yang menjadi kawannya akan merasa terhormat. Untuk kasus yang kedua, Mattia Perin sedang mengalaminya.
ADVERTISEMENT
Juventus ibarat mendapat durian runtuh. Ronaldo memutuskan untuk hengkang dari Real Madrid setelah bertanding di sana selama sembilan musim dan memilih Juventus sebagai babak baru perjalanan kariernya. Per Selasa (10/7/2018), lewat laman resminya Madrid mengonfirmasi bahwa transfer Ronaldo tak berhenti pada isu semata.
Sebenarnya, Ronaldo tak menjadi satu-satunya rekrutan terbaru Juventus saat ini. Sebelum Ronaldo menjejak ke Kota Turin, Juventus sudah kedatangan Perin, penjaga gawang Genoa.
Serupa publik Turin lainnya, Perin pun menyambut Ronaldo dengan sukacita. Mirip rekan-rekan barunya, ia juga berharap bahwa kedatangan Ronaldo tak sekadar menjadi penghangat bursa transfer, tapi punya dampak nyata bagi klub dan baginya secara individu.
“Berita ini benar-benar mengguncang saya, ia adalah pemain terbaik di dunia. Artinya, saya dapat berlatih dengan sosok yang memiliki profesionalisme luar biasa, walaupun di Juventus ini ada banyak pemain yang begitu profesional. Mulai saja dari (Giorgio) Chiellini dan (Andrea) Barzagli. Belajar banyak hal dari Ronaldo akan mendatangkan hal-hal positif bagi kami, bagi para pemain dan juga pada Serie A," jelas Perin, dilansir Football Italia.
ADVERTISEMENT
"Sebenarnya, dari awal saya sudah memperkirakan kedatangan Ronaldo bukan perkara mustahil. Juventus setara dengan Real, Barcelona, dan Bayern Muenchen. Jika Cristiano memang harus hengkang, saya pikir Juventus menjadi tujuan yang paling masuk akal dan memang seperti itulah yang terjadi," tutur Perin.
Kedatangan Ronaldo ke Juventus memang membangkitkan optimisme tersendiri, termasuk dari dalam diri Perin. Padahal, Juventus tidak bisa disebut benar-benar setara dengan Madrid, Barcelona, ataupun Bayern. Indikator paling mudah, dapat dilihat dari raihan di kompetisi Eropa. Ambil contoh, Liga Champions, yang memang kerap dijadikan tolok ukur.
Madrid tercatat sebagai klub perebut gelar Liga Champions terbanyak, yakni 13 kali. Sementara, Barcelona dan Bayern sama-sama sudah lima kali mengangkat trofi Liga Champions. Sedangkan Juventus, masih jauh di bawah. Di sepanjang sejarah mereka, Juventus baru dua kali menjadi juara Liga Champions. Itu pun sudah cukup lama, musim 1984/1985 dan 1995/1996.
ADVERTISEMENT
Euforia transfer Ronaldo di Kota Turin. (Foto: REUTERS/Massimo Pinca)
Namun, di antara klub-klub Serie A lainnya, Juventus memang yang paling menjanjikan. Yang paling mudah, dapat dilihat dari jumlah scudetto yang sudah berhasil mereka raih. Bila termasuk jumlah scudetto yang dianulir, maka Juventus sudah 36 kali menjadi raja Serie A.
Selain raihan juara domestik, Juventus juga cukup meyakinkan dalam perkara keuangan. Menurut laporan Deloitte, Juventus merupakan klub dengan pendapatan tertinggi di Italia (menempati peringkat 10 pada Deloitte Money League 2016/2017) pada musim 2016/2017, sebesar 405,7 juta euro. Jumlah ini meningkat sebesar 66,8 juta euro bila dibandingkan dengan musim 2015/2016.
Atas segala keunggulan ini, Juventus memang pantas untuk disebut sebagai lakon utama Serie A. Itulah sebabnya, ada banyak juga yang menilai bahwa kepindahan Ronaldo ke Juventus sebagai keputusan tepat, walaupun ia belum pernah mencicipi atmosfer kompetisi Serie A.
ADVERTISEMENT
Namun, sepak bola menuntut simbiosis mutualisme. Artinya, bukan hanya Juventus yang punya kewajiban untuk menjamin segala hal yang dibutuhkan oleh Ronaldo sebagai pemain. Tak peduli sehebat apa pun nama besarnya atau sebanyak apa pun gelar yang sudah diberikan untuk klub terdahulunya, kini Ronaldo harus membuktikan bahwa ia memang menjadi investasi yang tak merugikan bagi Juventus.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan