kumparan
29 Jun 2018 2:56 WIB

Kalahkan Inggris, Belgia Juara Grup

Januzaj jadi solusi kebuntuan Belgia. (Foto: REUTERS/Lee Smith)
Rotasi dan juara grup menjadi garis besar laga ini. Bertanding melawan Belgia pada Jumat (29/6/2018) di Kaliningrad Stadium, Inggris menuai kekalahan 0-1. Artinya, Belgia melangkah ke babak 16 besar sebagai juara Grup G Piala Dunia 2018. Gol penentu kemenangan Belgia ini dicetak oleh Adnan Januzaj di menit 51.
ADVERTISEMENT
Kepastian lolos ke babak 16 besar menjadikan kedua tim berani untuk melakoni rotasi pemain. Tak ada nama Harry Kane di daftar 11 pemain awal mereka. Yang ada justru Marcus Rashford yang ditandemkan dengan Jamie Vardy. Pelatih Gareth Southgate memercayakan trio Phil Jones, John Stones, dan Gary Cahill untuk mengawal Jordan Pickford yang punya tanggung jawab sebagai palang pintu terakhir Inggris.
Di kubu Belgia, Roberto Martinez juga memberikan tempat kepada pemain lapis kedua mereka. Marouane Fellaini dan Adnan Januzaj turun ke lapangan demi menyokong penyerang tunggal mereka, Michy Batshuayi.
Peluang pertama bagi Inggris muncul saat berjalan 14 menit. Youngster mereka, Trent Alexander-Arnold, berhasil mengirimkan umpan silang kepada Vardy. Penggawa Leicester ini meneruskannya dengan sundulan ke arah gawang. Sayangnya, sundulannya itu belum cukup akurat untuk melahirkan gol pertama bagi The Three Lions. Alih-alih bersarang di gawang lawan, malah melambung di atas mistar.
ADVERTISEMENT
Ancaman bagi kubu Inggris hadir di menit 27 yang berawal dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Batshuayi. Fellaini yang ada di dalam kotak penalti bersiap menerima kiriman bola dari kawannya itu. Namun, Alexander-Arnold masih cukup cakap untuk mematahkan bangunan serangan tadi. Januzaj memang berhasil merebut bola rebound tadi, tapi gagal melepaskan tembakan. Untuk sementara, gawang Inggris aman dari kebobolan.
Salah besar jika mengharapkan tensi tinggi menjadi warna dari permainan kedua tim di sepanjang babak pertama. Rotasi yang dilakukan kedua kubu harus dibayar dengan lambatnya tempo permainan. Kecenderungannya, Belgia berusaha membangun serangan dengan umpan-umpan pendek. Sementara, Inggris tak cukup berani untuk melancarkan manuver merebut bola.
Di lain pihak, pemain-pemain Inggris tidak berhasil memecahkan kebuntuan. Serangan mereka pada umumnya berhasil dipatahkan akibat tumpukan pemain Belgia di dalam kotak penalti. Alexander-Arnold sampai melakukan satu tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Keputusan ini dapat dimengerti mengingat Inggris kerap kesulitan menembus barisan pertahanan Belgia.
ADVERTISEMENT
Babak pertama usai tanpa gol. Inggris dan Belgia sama-sama masuk ruang ganti dengan pikiran yang sibuk mencari cara terbaik untuk membukukan keunggulan.
Penyelamatan Gary Cahill saat bersua Belgia. (Foto: Gonzalo Fuentes)
Belgia memasuki babak kedua dengan energik. Di menit 51, Januzaj menjadi solusi bagi kebuntuan timnya. Menerima bola dari Youri Tielemans, Januzaj berhasil melewati penjagaan Danny Rose yang tak ketat.
Marcus Rashford memang mencoba untuk mengadang dan menggagalkan manuvernya. Sayangnya, penggawa Manchester United ini kalah cepat. Januzaj sudah lebih dulu melepaskan tembakan keras yang mengarah ke sudut kanan atas gawang. Keunggulan 1-0 menjadi milik Belgia untuk sementara.
Sialnya, begitu Inggris mendapat peluang, penyelesaian akhir masih menjadi masalah. Kondisi ini terlihat jelas pada menit 66. Walau sudah ada dalam posisi satu lawan satu dengan kiper, Rashford masih gagal mengonversi peluang menjadi gol. Adapun, peluang ini didapatnya berkat keberhasilan Vardy mengecoh tembok pertahanan Belgia.
ADVERTISEMENT
Memasuki menit 80-an, Belgia benar-benar berhasil mengunci pergerakan Inggris. Ditambah dengan penyelesaian akhir yang memang tak akurat, serangan-serangan Inggris menjadi tanpa ancaman. Peluang malah kembali didapatkan Belgia di menit 88. Namun, sepakan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskan Dries Mertens ini masih bisa dibaca dan dihalau oleh Pickford.
Di injury time, sempat terjadi kemelut di depan gawang Belgia, tapi tumpukan pemain Inggris berhasil mengacaukan bangunan serangan Belgia. Lucunya, di saat yang bersamaan, Belgia juga menumpuk pemain di area kotak penaltinya. Tujuannya jelas, bila bola ditepis, ada yang menyambut dan meneruskannya dengan tembakan ke arah gawang.
Namun, skenario ideal itu tak terwujud. Yang ada, kekacauan justru terjadi dalam kotak penalti. Belgia jadi kesulitan menentukan siapa yang menyelesaikan peluang tersebut. Akibatnya, peluang gagal menjadi gol. Tak ada gol tambahan lagi hingga laga usai. Kemenangan 1-0 atas Inggris menjadikan Belgia sebagai juara Grup G.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan