Pencarian populer

Kelelahan sebagai Penyebab Kekalahan Inggris

Para pemain Inggris meratapi kekalahan dari Belanda di semfinal UEFA Nations League. Foto: Reuters/Carl Recine
Pupus sudah harapan Timnas Inggris untuk merajai UEFA Nations League A. Langkah mereka terhenti di babak semifinal seusai dikalahkan Belanda dengan skor 1-3, Jumat (7/6/2019) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Kegagalan yang terbilang mengecewakan karena skuat ‘Tiga Singa’ unggul lebih dulu di paruh pertama via penalti Marcus Rashford. Petaka buat Inggris mulai hadir ketika Matthijs de Ligt menyamakan skor di menit 73 sehingga laga berlanjut ke babak tambahan.
Rentetan eror mewarnai permainan Inggris di babak tambahan. Belanda berbalik unggul pada menit 97 via gol bunuh diri Kyle Walker, kemudian back-pass Ross Barkley yang diintersep lawan berujung gol ketiga Belanda oleh Quincy Promes di menit 114.
Skema permainan Inggris dengan operan-operan pendek, besar kemungkinan jadi penyebab banyaknya eror di babak tambahan. Namun, Gareth Southgate menyangkal anggapan tersebut karena disebut telah menjadi ciri khas permainan Inggris di UEFA Nations League.
ADVERTISEMENT
Bagi Southgate, kelelahan adalah faktor besar yang bikin performa Inggris menurun yang berujung blunder. Kendati begitu, pelatih berusia 42 tahun tersebut tak menjadikan pemain tertentu sebagai kambing hitam.
“Kelelahan sangat berperan di pertandingan ini dan kami kurang tajam. Saya meminta para pemain untuk membangun serangan dari belakang. Karena lewat permainan seperti itu kami bisa sampai ke semifinal,” ujar Southgate dilansir ESPN.
“Barisan pertahanan Belanda juga melakukan kesalahan besar di laga ini. Kami kalah bukan karena cara bermain yang diterapkan, melainkan eksekusi akhir yang buruk dan kelelahan,” tegasnya.
Gareth Southgate dan Ross Barkley sesuai Inggris dikalahkan Belanda. Foto: Reuters/Carl Recine
Di lain sisi, kegagalan di UEFA Nations League semakin memperpanjang catatan buruk Inggris. Tercatat, skuat The Three Lions selalu kalah di empat semifinal kompetisi mayor terakhir. Sebelumnya, mereka keok di semifinal Piala Dunia 2018 dan 1990 serta Piala Euro 1996.
ADVERTISEMENT
Namun, tak sepenuhnya Southgate menganggap kegagalan ini sebagai rapor buruk buat Inggris. Menurut mantan arsitek Middlesbrough itu, Harry Kane dan kolega justru mengalami progres signifikan, hanya saja terkendala kebugaran.
“Sebelum pertandingan ini, saya sudah sering mengatakan soal permainan hebat Inggris di turnamen sebelumnya. Kami bisa mengimbangi lawan dengan level permainan tinggi seperti Belanda dan bisa mengatasinya. Hanya saja, kami melakukan banyak kesalahan di area pertahanan,” pungkas Southgate.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86