Kumparan Logo

Keraguan dan Saran untuk Ramsey dari Mantan Pelatihnya

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aaron Ramsey segera tinggalkan Arsenal. (Foto: Reuters/John Sibley)
zoom-in-whitePerbesar
Aaron Ramsey segera tinggalkan Arsenal. (Foto: Reuters/John Sibley)

Semua memang masih bisa berubah, tetapi kepindahan Aaron Ramsey ke Juventus tampaknya bakal menjadi kenyataan pada musim panas 2019 mendatang. Isu kepindahan Ramsey ke Turin ini pun mendapat tanggapan dari mantan pelatihnya di Timnas Wales, John Benjamin Toshack.

Kontrak Ramsey di Arsenal akan habis pada akhir musim 2018/19. Jauh sebelum bursa transfer dibuka The Gunners sudah mengumumkan bahwa mantan pemain Cardiff City itu tidak akan memperpanjang masa baktinya di London Utara. Kini, setelah bursa transfer resmi dibuka, Ramsey pun berhak bernegosiasi dengan klub mana saja.

Selain Juventus, sebenarnya ada Paris Saint-Germain yang dikabarkan berminat pada Ramsey. Namun, pemain yang pernah jadi buruan Manchester United ini dikabarkan lebih memilih Juventus. Menurut kabar yang ramai beredar di Italia, Ramsey akan menjadi pemain dengan gaji termahal keempat di Serie A setelah Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain, dan Paulo Dybala dengan nilai 6,9 juta euro per musim.

Kepindahan Ramsey ke Juventus ini dilihat Toshack sebagai momen krusial sekaligus kesempatan langka bagi si pemain. Itulah mengapa, Toshack menganggap bahwa Ramsey harus meningkatkan lagi level permainannya.

"Soal talenta, tak perlu diragukan lagi, tetapi menurutku dia belum pantas menyandang status bintang. Saat ini dia bermain untuk tim besar dan tak lama lagi dia bakal bermain untuk tim raksasa. Ini bukti bahwa dia punya kualitas meskipun aku sampai sekarang belum tahu posisi terbaiknya. Itu bakal jadi pekerjaan rumah bagi Juventus," kata Toshack kepada La Gazzetta dello Sport.

Mantan pelatih Timnas Wales, John Benjamin Toshack. (Foto: AFP/Fadel Senna)
zoom-in-whitePerbesar
Mantan pelatih Timnas Wales, John Benjamin Toshack. (Foto: AFP/Fadel Senna)

"Aku tidak tahu apakah Aaron cukup punya disiplin untuk bermain di depan bek. Aku juga tidak yakin kalau dia cukup produktif untuk bermain di dekat striker."

"Mungkin dia bisa tampil lebih bagus sebagai bagian dari sebuah trio di mana dia memiliki kesempatan untuk bermain lebih ke depan menyokong striker. Namun, yang jelas, di sepak bola modern semua pemain harus bisa bermain di banyak posisi dan dia adalah pemain modern," lanjut Toshack.

Menurut hemat Toshack, kesempatan bermain bersama Cristiano Ronaldo adalah kesempatan yang tak boleh disia-siakan. Apalagi, kesempatan macam ini datang kepada Ramsey yang, menurut Toshack, sering mendapat kesialan dalam kariernya.

"Bersama Cristiano Ronaldo dia punya kans untuk berkembang dan itu adalah keberuntungan bagi seorang pemain yang sering tertimpa sial. Aku ingat saat dia mengalami cedera parah saat menghadapi Stoke City tahun 2010. Dia butuh sembilan bulan untuk kembali, tetapi pengalaman itu telah membentuk karakternya. Dia sekarang sudah 28 tahun dan siap meledak," ujar Toshack.

"Juventus selalu mampu melakukan hal hebat dalam urusan mendatangkan pemain secara gratis, terbukti dengan keberhasilan mereka mendatangkan Emre Can dan Sami Khedira. Mereka juga punya talenta hebat seperti Miralem Pjanic dan juara dunia Blaise Matuidi. Jadi, mereka punya lini tengah yang kuat," sambung eks pelatih Real Madrid itu.

John Charles legenda agung Juventus. (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
John Charles legenda agung Juventus. (Foto: Wikimedia Commons)

Keberadaan pemain Britania di Juventus memang tergolong langka. Sudah begitu, tak semua dari mereka pun berhasil. Salah satu contoh pemain bintang yang gagal bersinar di Juventus adalah Ian Rush. Kendati begitu, di saat yang bersamaan, Juventus memiliki seorang legenda asal Britania bernama John Charles. Kebetulan, seperti halnya Ramsey, Rush dan Charles adalah orang Wales.

Menurut Toshack, jika Ramsey ingin sukses di Juventus, dia tidak boleh mengulangi kesalahan Gareth Bale, yakni tidak belajar bahasa Spanyol secepatnya ketika pindah ke Real Madrid. Meskipun Bale terhitung sukses selama berkarier di Madrid, banyak cerita yang beredar soal bagaimana sulitnya dia berintegrasi dengan rekan-rekan setimnya.

"Menurutku, terlepas dari kamu pemain bola atau bukan, pergilah ke luar negeri. Di karier manajemenku aku sudah melakukan itu dan aku jadi tahu banyak kultur. Bagi pemain Britania, pindah ke luar negeri selalu sulit. Itulah mengapa Aaron harus belajar bahasa lokal secepatnya dan itulah mengapa pula sebaiknya dia memang bergabung dengan Juventus di musim panas," tutur pria 69 tahun itu.

"Terlepas dari itu semua, melihat Ramsey bergabung dengan klub tempat John Charles yang agung bermain akan membuat bangga orang-orang Wales. Aku pernah bermain bersama Charles saat masih muda dulu dan dia mengajariku caranya menyundul bola. Dia juga sering bercerita soal dirinya, Omar Sivori, dan Giampiero Boniperti yang bijak."

"Suatu kali, ketika aku bermain untuk Liverpool, dia berkata, 'Kamu sama Kevin Keegan memang bagus, tetapi aku dan Omar lebih baik...' Bagiku Charles adalah yang terhebat sepanjang masa. Ya, lebih hebat dari CR7," pungkas Toshack.