Kumparan Logo

Kisah Unik di Balik Rambut 'Kuncung' Ronaldo

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ronaldo di Piala Dunia 2002. (Foto: Patrick Hertzog/AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Ronaldo di Piala Dunia 2002. (Foto: Patrick Hertzog/AFP)

Menjelang Piala Dunia 2002 berakhir, Ronaldo menjadi pusat perhatian. Tajuk utama dari pembicaraan orang-orang adalah pilihan gaya rambutnya. Ia tak lagi memilih gaya rambut gundul seperti biasa, melainkan memilih gaya rambut yang sangat tak lazim: gaya kuncung.

Sejumput rambut ia biarkan melekat di bagian depan kepalanya yang mayoritas plontos. Karena tak terbiasa melihatnya, tentu semua orang mengolok-olok gaya rambut Ronaldo. Bahkan, Ronaldo sendiri pun mengakui bahwa gaya rambutnya kala itu memang aneh dan ia tak suka dengan gaya rambut tersebut.

Lantas, kalau tidak suka, mengapa ia mencukur rambutnya seperti itu? Ini semua ada kaitannya dengan persoalan cedera.

Ronaldo mengalami cedera serius ketika bertemu Prancis di partai final Piala Dunia 1998. Ketika itu, Ronaldo berbenturan dengan kiper Prancis saat itu, Fabien Barthez, sehingga ia harus dilarikan ke rumah sakit seusai laga. Bahkan, ada kabar yang menyebutkan bahwa Ronaldo sebetulnya tidak fit, tetapi dipaksakan bermain. Brasil sendiri kalah 0-3 kala itu.

Sayangnya, hal tersebut tak berhenti di sana. Pada 21 November 1999, tendonnya terputus ketika memperkuat Inter pada laga melawan Lecce. Akibatnya, ia harus naik meja operasi dan menjalani proses rehabilitasi yang memakan waktu selama lima bulan.

Pada 12 April 2000, ia hanya bermain selama 7 menit di partai final Coppa Italia, sebelum akhirnya harus dioperasi lagi untuk kedua kalinya.

Setelah sembuh dari cedera, ia kehilangan kecepatannya. Banyak orang-orang memprediksi bahwa itulah kejatuhan karier Ronaldo. Dan untuk membungkam kabar-kabar buruk itulah ia mencukur kepalanya.

“Saya memutuskan utnuk memotong habis rambut saya kecuali di bagian depan kepala saya. Lalu, saya ke sesi latihan Tim Nasional Brasil dan semua orang melihat saya dengan rambut jelek saya ini,” ujar pemain yang dijuluki O Fenomeno itu kepada ESPNFC.

Ronaldo dan trofi Piala Dunia 2002. (Foto: Antonio Scorza/AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Ronaldo dan trofi Piala Dunia 2002. (Foto: Antonio Scorza/AFP)

“Semua orang jadi berbicara tentang rambut saya dan melupakan riwayat cedera saya. Dan saya bisa fokus dengan latihan saya. Rupanya, itu adalah cara yang bagus untuk mengubah topik pembicaraan.”

Nah, ketika orang-orang berbicara tentang gaya rambutnya, Ronaldo bisa membenahi dirinya. Eks striker PSV Eindhoven itu kemudian mengubah gaya bermainnya. Ia tak lagi bergantung dengan kecepatan, tetapi juga melatih kemampuan teknisnya agar bisa mencetak gol dengan lebih efektif.

Alhasil, di Piala Dunia 2002, ia berhasil mencetak 8 gol. Dua dari delapan gol itu tercipta ketika Brasil bersua Jerman di partai final Piala Dunia. Penampilan tersebut membuatnya mendapatkan gelar pemain terbaik di turnamen. Hasil dari permainan itu adalah kepindahannya dari Inter ke Real Madrid usai Piala Dunia.

Ya, siapa sangka mencukur rambut saja efeknya bisa sedahsyat itu?