kumparan
25 Agu 2019 6:25 WIB

Klopp Puji Adaptasi Liverpool terhadap Strategi Arsenal

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Foto: Reuters/Carl Recine
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, memuji kemampuan beradaptasi Liverpool dalam laga Premier League melawan Arsenal, Sabtu (24/8/2019) malam WIB. Adaptasi tersebut merupakan salah satu alasan mengapa Liverpool mampu mengalahkan Arsenal dengan skor 3-1.
ADVERTISEMENT
Di awal pertandingan Liverpool memang sempat disulitkan oleh skema yang diterapkan oleh pelatih Arsenal, Unai Emery. Jadi, Emery menginstruksikan anak buahnya untuk bertahan dalam-dalam dan langsung melepaskan umpan jauh setelah sukses mematikan serangan Liverpool.
Lewat skema ini Arsenal nyaris beberapa kali mencetak gol. Kebetulan, ‘Meriam London’ terbantu oleh keberadaan dua penyerang cepat, Pierre-Emerick Aubameyang dan Nicolas Pepe, serta pemain yang mahir melepaskan umpan jauh seperti David Luiz dan Granit Xhaka.
Klopp mengakui bahwa timnya terkejut dengan taktik Emery itu. Namun, pelatih asal Jerman tersebut menegaskan bahwa Jordan Henderson dkk. berhasil beradaptasi dengan baik.
“Kami terkejut dengan sistem yang mereka mainkan tetapi kami berhasil beradaptasi dengan baik. Kami semestinya lebih banyak menahan bola karena mereka (Arsenal) tak benar-benar menyerang. Kami juga mungkin sedikit terlalu serakah. Namun, secara keseluruhan, kami mengontrol pertandingan,” ucap Klopp, dilansir Sky Sports.
ADVERTISEMENT
Juergen Klopp bersalaman dengan Unai Emery. Foto: REUTERS/Phil Noble
Ya, dari skor akhirnya, bisa dibilang bahwa Liverpool berhasil mengatasi taktik Arsenal. Gol Joel Matip di babak pertama membuat Liverpool sedikit nyaman dan dua gol Mohamed Salah di 15 menit pertama babak kedua benar-benar mengunci hasil akhir pertandingan.
Meskipun begitu, gol-gol tersebut tak akan banyak berarti apabila tak diimbangi dengan pertahanan yang kuat. Pasalnya, Arsenal benar-benar berupaya untuk memperkecil ketertinggalan, bahkan ketika sudah tertinggal tiga gol. Pada akhirnya, Arsenal berhasil mencetak gol, tetapi tak cukup untuk mengubah hasil pertandingan secara keseluruhan.
Dari situ, Klopp menegaskan bahwa timnya juga harus melakukan tugas-tugas bertahan, yang menurutnya tak menghibur.
“Kami bukanlah Disneyland yang harus menghibur orang setiap saat. Para pemain benar-benar melakukan apa yang kami minta, dan berhasil mencetak gol," katanya.
ADVERTISEMENT
Aspek lain yang dipuji Klopp dari timnya adalah etos kerja. Menurut eks pelatih Borussia Dortmund itu, Liverpool berhasil menunjukkan identitas mereka sebagai tim yang bermain dengan intensitas tinggi.
Mohamed Salah mencetak dua gol ketika Liverpool mengalahkan Arsenal di pertandingan pekan ketiga Premier League. Foto: Reuters/Carl Recine
Bisa dilihat juga bahwa tekanan Liverpool-lah yang membuat pemain-pemain Arsenal seperti Dani Ceballos atau David Luiz melakukan kesalahan individu.
“Etos kerja para pemain kami luar biasa. Intensitas adalah identitas kami dan hal itu benar-benar terlihat hari ini. Kami benar-benar bertenaga dan bergairah, dan itulah yang dibutuhkan untuk menghadapi tim bagus seperti Arsenal,” tambah Klopp.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·