kumparan
17 Agu 2018 5:41 WIB

Kroos: Alasan Oezil Mundur dari Timnas Tidak Masuk Akal

Oezil dan Kroos di laga vs Slovakia di Piala Eropa 2016. (Foto: DENIS CHARLET / AFP)
Polemik tentang keputusan Mesut Oezil untuk gantung sepatu dari Timnas Jerman belum juga berakhir. Pada 22 Juli 2018, Oezil menyatakan tak akan lagi membela Timnas. Alasannya adalah perlakuan rasial dari banyak pihak termasuk Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), usai Oezil berfoto bersama dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sebelum Piala Dunia 2018.
ADVERTISEMENT
DFB kena getahnya. Keberadaan mereka dikecam, dianggap melanggar hak asasi Oezil. Urusan foto bersama itu memang jadi urusan yang panjang karena membikin orang-orang mempertanyakan nasionalisme Oezil yang pada akhirnya membikin pesepak bola berusia 29 tahun itu menutup perjalanan kariernya di level internasional.
Oezil dianggap memiliki arah politik yang sama dengan Erdogan, yang dikecam oleh negara-negara Uni Eropa karena dinilai terlalu sering melanggar hak-hak asasi manusia untuk melanggengkan kekuasaan. Seluruh Jerman tak suka, Oezil dikritik dan dicibir. Padahal, menurut Oezil, pertemuannya dengan Erdogan hanya bentuk dari penghormatannya kepada tanah leluhur.
Usai Oezil memutuskan untuk mundur dari Timnas Jerman, DFB kembali angkat bicara. Tak cuma menyangkal isu rasialis yang merebak dalam tubuh federasi, DFB mempermasalahkan Oezil yang tidak enggan memberikan klarifikasi menyoal foto bersama Erdogan.
ADVERTISEMENT
Yang angkat bicara soal keputusan Oezil tidak cuma DFB, tapi juga sesama pesepak bola asal Jerman. Leroy Sane menyebut bahwa apa pun yang menjadi keputusan Oezil, termasuk pensiun dari Timnas, adalah keputusannya. Ketimbang banyak berkomentar, Sane bahkan menyuarakan sugestinya supaya orang-orang memberikan ruang bagi Oezil.
Lain Sane, lain pula Toni Kroos. Pemain yang juga menjadi bagian dari Timnas Jerman di gelaran Piala Dunia 2018 ini justru mengkritik keputusan Oezil. Menurutnya, perkataan dan respons Oezil itu tidak masuk akal.
“Pada dasarnya, Mesut (Oezil) merupakan pemain yang layak untuk ada di Timnas. Dan sebagai seorang pemain, ia pantas untuk mendapat perpisahan yang lebih baik. Namun, caranya meninggalkan Timnas tidak sesuai ketentuan," jelas Kroos, dilansir ESPNFC.
ADVERTISEMENT
Mesut Oezil sudah bergabung dengan skuat Arsenal di Singapura. (Foto: REUTERS/Edgar Su)
“Pernyataan-pernyataannya juga tidak dialamatkan dengan benar. Saya pikir, segala hal yang dikatakannya terkait keputusan ini justru dibayangi dengan hal-hal tidak masuk akal dalam jumlah yang cukup besar. Saya pikir, ia tahu dengan pasti bahwa tidak ada rasialisme dalam tubuh Timnas dan DFB," pungkas Kroos.
Tak peduli sederas apa pun kritik tentang Oezil, sang gelandang sudah mengambil keputusan. Orang-orang itu boleh terus bersuara, tapi Oezil bergeming. Ia menutup cerita perjalanan kariernya bersama Timnas Jerman.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan