kumparan
29 Jun 2018 9:38 WIB

Lawan Persib, Ismed Sofyan Tak Fokus pada Rivalitas Suporter

Pemain Persija, Ismed Sofyan (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung kerap dipandang sebagai pertandingan klasik bagi pencinta sepak bola Tanah Air.
ADVERTISEMENT
Merujuk jadwal, kedua kesebelasan ini akan melakoni partai tunda pekan keenam Go-Jek Liga 1. Semula, laga diagendakan pada 28 April 2018. Urung terlaksana karena kendala keamanan, Persib dan Persija pada akhirnya akan bertemu diStadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada Sabtu (30/6/2018).
Meski kerap dilabeli 'partai besar' di Indonesia, kapten Persija, Ismed Sofyan, memiliki pandangan lain. Menurutnya, partai menghadapi Maung Bandung sama seperti menghadapi klub peserta Liga 1 lainnya.
"Masalah yang sering muncul itu kan gesekan antara kedua suporter yang bikin pertandingan panas. Kalau kami sebagai pemain nggak pernah melihat ke arah yang sama dengan suporter. Kami lebih fokus ke pertandingan," kata Ismed kepada pewarta usai melakoni sesi latihan di Lapangan TNI AU.
ADVERTISEMENT
"Apalagi nanti kami bermain sebagai tim tuan rumah, sebisa mungkin tentu bisa meraih poin penuh soalnya kemarin kan cuma dapat satu poin," kata dia menambahkan.
Ismed bersama Persija telah terlebih dahulu memulai kompetisi Liga 1 setelah libur Lebaran. Pada Selasa (26/6) lalu, klub yang dilatih oleh Stefano 'Teco' Cugurra itu baru saja melakoni satu partai tunda menghadapi Persebaya Surabaya.
Ismed melanjutkan, jelang pertandingan menghadapi Persib para pemain tengah dalam optimisme tinggi. Sadar kehilangan poin kala menjadi tuan rumah pada laga sebelumnya, para pemain, dikatakan pemain kelahiran Aceh ini, termotivasi untuk bisa membawa pulang kemenangan.
Persija vs Persebaya (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Namun, lanjut Ismed, ada beberapa faktor yang nantinya akan menyulitkan Persija. Salah satunya, faktor Stadion PTIK yang kurang bersahabat bagi para penggawa Ibu Kota.
ADVERTISEMENT
"Memang stadionnya tak terlalu besar, tetapi kami bersyukur bisa main di Jakarta. Jadi, sebagai pemain saya positif saja, itu yang pertama. Lalu yang kedua, lapangan agak sedikit berat, ya, karena kemarin 'kan hujan (menghadapi Persebaya) dan kalau situasi nggak hujan, mungkin, akan sama ketika Persija berkandang di Stadion Lebak Bulus dulu," kata Ismed.
Selain membicarakan teknis persiapan, pemain yang telah berseragam Persija selama 17 tahun ini juga tak memungkiri Persib memiliki para pemain yang cepat. Sebut saja Febri Hariadi dan Ghozali Siregar yang merupakan dua sprinter andalan pelatih kepala Mario Gomez.
Meski akan dihadapkan oleh salah satu dari dua pemain muda itu, Ismed yang hampir menginjak usia 40 tahun tak mempermasalahkannya.
ADVERTISEMENT
"Hampir semua klub memiliki pemain yang memiliki kecepatan. Lihat saja Persebaya kemarin, ada (Yohanes) Pahabol. Kuncinya adalah harus bisa mengimbangi dan mengantisipasi mereka karena saya kan pemain belakang, tugasnya mengantisipasi mereka," ujar Ismed menutup.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan