Kumparan Logo

Mahrez: City dan Spurs Sudah Paham Satu Sama Lain

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahrez rayakan gol ke gawang lawan. Foto: REUTERS/Rebecca Naden
zoom-in-whitePerbesar
Mahrez rayakan gol ke gawang lawan. Foto: REUTERS/Rebecca Naden

Pemain Manchester City, Riyad Mahrez, menyatakan bahwa timnya dan Tottenham Hotspur sudah memahami satu sama lain. Mahrez menyatakan pendapatnya ini jelang pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara City dengan Spurs, Rabu (10/04/2019) dini hari WIB.

Pertemuan City dan Spurs menjadi satu-satunya pertemuan antara dua tim dari negara yang sama di perempat final Liga Champions musim ini. Lebih dari itu, pertandingan leg pertama nanti akan menjadi pertemuan ke-157 City dan Spurs sepanjang sejarah.

Berangkat dari hal tersebut, wajar apabila Mahrez menyatakan bahwa timnya dan lawannya sudah sama-sama tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Kami mengetahui mereka, dan mereka juga tahu kami dengan baik,” ujar Mahrez seperti yang dilansir situs resmi UEFA.

Kendati begitu, Mahrez menambahkan pendapatnya. Menurut pemain sayap asal Aljazair tersebut, saling tahunya City dan Spurs tentang permainan satu sama lain bisa menjadi pedang bermata dua.

“Kami sering berhadapan dengan mereka, dan kami juga sering mengalahkan mereka. Namun, menurut saya, pemahaman ini bisa menjadi sebuah kerugian.”

City menjamu Spurs di Stadion Etihad Foto: Reuters/Jason Cairnduff

Ucapan Mahrez boleh jadi ada benarnya. Memang, akhir-akhir ini, City superior terhadap Spurs. Dalam tiga pertemuan terakhir, City berhasil menyapu bersih semua pertandingan melawan Spurs. Di laga terakhir City dan Spurs, pertemuan perdana di Premier League musim ini, Mahrez-lah yang menjadi penentu kemenangan timnya lewat gol tunggalnya.

Meskipun begitu, Liga Champions tentu adalah rimba yang berbeda. Kendati sudah bertemu sebanyak 156 kali, City dan Spurs sebelumnya belum pernah bertemu di Liga Champions. Yang berbahaya bagi City adalah, rekor mereka kala bersua dengan tim Inggris lainnya di fase gugur kompetisi tingkat Eropa terbilang buruk.

City dua kali bertemu dengan klub asal Inggris di fase gugur kompetisi Eropa. Dari total empat pertandingan, City selalu menelan kekalahan.

Yang pertama terjadi di musim 1970/1971 lalu. City berhadapan dengan Chelsea di semifinal Piala Winner. Dalam pertandingan dua leg, City takluk dari lawannya dengan skor agregat 0-2.

Jika pertemuan ini dianggap sudah terlalu lama, coba cek apa yang menimpa City di perempat final Liga Champions musim lalu. Saat itu, Raheem Sterling dkk. dipermalukan Liverpool di dua pertandingan sekaligus. Di pertandingan leg pertama, City digulung dengan skor 0-3, dan di leg kedua, City yang bertindak sebagai tuan rumah kembali kalah 1-2.

Para pemain City merayakan gol Riyad Mahrez (kanan). Foto: REUTERS/Dylan Martinez

Menariknya, Mahrez kali ini merasa yakin bahwa rekor buruk City kala bertemu tim Inggris di fase gugur kompetisi Eropa tak akan berlanjut. Skuat City yang kuat menjadi alasan keyakinannya bahwa timnya mampu mengalahkan Spurs.

“Semua orang di sini melakukan tugasnya dengan baik. Entah itu mencetak gol, memberikan assist, atau bertahan. Pelatih kami bilang bahwa semua orang harus berkontribusi di sini, dan hanya itu caranya untuk menjadi lebih baik.”

“Saya pikir kali ini kami memiliki skuat yang luar biasa dengan kualitas yang sangat baik. Pelatih kami juga begitu hebat. Maka dari itu, kami semestinya mampu untuk terus melaju,” ujar Mahrez.