Membedah Transformasi Starting XI Bali United di Putaran Dua

Putaran pertama Go-Jek Liga 1 memang belum selesai bergulir. Tapi, beberapa klub sudah membenahi skuatnya guna mengarungi kompetisi di putaran kedua.
Salah satu tim yang paling getol dalam urusan berbenah adalah Bali United. Hal yang wajar memang mengingat 'Serdadu Tridatu' hanya menempati posisi ke-10 klasemen sementara berkat empat kemenangan dari 13 pertandingan yang sudah dilalui.
Nah, menjelang putaran kedua ini, Bali United sudah mendatangkan dua legiun asing baru. Mengherankan memang apalagi Bali United belum memutuskan siapa pemain asing yang akan dicoret.
Nama pertama yang sudah pasti datang adalah penyerang asal Belanda, Melvin Platje. Pemain yang sebelumnya bermain untuk SC Telstar ini diikat kontrak hingga akhir musim nanti. Bersama SC Telstar, Platje berhasil mencetak 14 gol.
Selain Platje, Bali United juga dikabarkan semakin dekat untuk mendatangkan gelandang tengah asal Irlandia, Willo Flood. Kepastian Flood datang tertuang dari akun instagram milik tim Bali United.
"Willo Flood sudah berada di Bali, tapi belum berstatus sebagai pemain Bali United. Kami masih ingin melihat hasil tes medisnya dulu," tutur Yabes Tanuri.
Well, pengalaman Willo Flood di sepak bola terbilang cukup banyak. Klub-klub tenar Britania Raya seperti Manchester City, Celtic, dan Aberdeen pernah menggunakan jasa Flood. Terakhir permain berusia 33 tahun ini bergabung dengan tim divisi dua Skotlandia, Dunfermline Athletic.
Nah, masuknya dua pemain asing, membuat Bali United harus mencoret dua nama untuk bisa memainkannya di ajang Liga 1. Kini, Bali United memiliki empat penggawa asing dalam diri Demerson Bruno Costa, Nick van der Velden, Ahn Byung-Keon, dan Milos Krkotic.
Bila dilihat dari posisinya, Krkotic dan Velden sangat mungkin untuk dicoret oleh Bali United. Krotic memang tampil buruk. Sembilan pertandingan sudah dijalani, tetapi tak ada gol yang berhasil dibuatnya. Tak hanya itu, assist juga gagal diberikan oleh pemain kelahiran Montenegro ini.
Setali tiga uang dengan Krkotic, Velden juga tak mampu memberikan kontribusi semaksimal musim lalu. Sudah 16 laga yang dimainkan oleh Velden dengan catatan 6 assist. Velden pun kini lebih sering ditempatkan di posisi sayap oleh pelatih Widodo Cahyono Putro. Posisi yang sekiranya kurang pas untuk Velden mengingat pemain asal Belanda ini sudah tak lagi memiliki kecepatan.

Melihat komposisi Bali United dengan mendatangkan dua pemain baru, kumparanBOLA coba menerka bagaimana starting XI Bali United di putaran kedua nanti.
Dengan pola 4-2-3-1, Widodo tentunya tidak akan banyak melakukan perubahan di lini belakang. Penjaga gawang Wawan Hendrawan masih akan menjadi pilihan utama mantan pelatih Sriwijaya FC ini.
Begitu juga dengan empat pemain belakang, I Made Andhika Wijaya, Demerson, Ahn Byung-Keon, dan Ricky Fajrin menjadi pilihan di lini belakang. Untuk poros ganda, Muhammad Taufiq dan Fadil Sausu pilihan yang pas untuk Bali United. Kemampuan memutus serangan dari keduanya dinilai bisa memberikan kenyamanan di lini belakang Bali. Begitu juga ketika menyerang, keduanya memiliki kemampuan passing yang mumpuni untuk memulai serangan.
Naik di posisi lebih depan lagi, Irfan Bachdim dan Stefano Lilipay nampaknya tak akan tergeser di kedua sisi sayap Bali. Terlebih, Lilipaly kini menjadi pemain paling subur Bali United dengan torehan 8 gol. Memang hanya Bachdim yang memiliki kecepatan, sementara Lilipaly lebi bertugas melakukan tusukan ke lini pertahanan lawan.
Nah, untuk posisi di belakang penyerang, Willo Flood memiliki kemampuan untuk itu. Passing serta tendangan keras dari luar kotak penalti menjadi senjata pemain asal Irlandia itu. Gerakan Willo memang tak cepat, tapi visi bermain yang baik diharapkan mampu memberikan dampak kepada lini serang Bali United.
Untuk lini penyerang tunggal, Platje nampaknya tak akan sulit mendapatkannya. Terlebih penampilan Ilija Spasojevic bersama Bali United tak bisa dibilang bagus.
Pemain naturalisasi asal Serbia ini hanya mengemas 2 gol untuk Bali United di kompetisi Liga 1. Platje memang memiliki gaya yang serupa dengan Spaso. Tak begitu cepat namun kuat ketika membawa bola menjadi kelebihan dari Platje. Selain itu, pemain asal Belanda ini memiliki penempatan posisi yang sangat baik.
Dengan pola seperti ini, Bali United tentu menjadi tim yang menakutkan. Dan dengan skuat yang rata dan dalam, tim kebanggan Semeton Dewata ini diharapkan mampu kembali ke papan atas Liga 1. Akan tetapi, itu semua tergantung dari adaptasi yang dilakukan kedua pemain baru Bali United ini.
