Menang 2-0, Chelsea Susul United ke Babak Final Piala FA

Chelsea kembali tampil apik. Bertemu Southampton dalam babak semifinal Piala FA di Stadion Wembley, Minggu (22/4/2018) malam, mereka sukses meraih kemenangan dengan skor 2-0 lewat gol-gol dari Olivier Giroud dan Alvaro Morata.
Berkat hasil ini, Chelsea sukses lolos ke partai final Piala FA. Di final nanti, mereka akan bertemu Manchester United yang meraih kemenangan atas Tottenham Hotspur di laga semifinal Sabtu (21/4) malam. Sedangkan bagi Southampton, kekalahan ini menutup peluang mereka untuk meraih gelar pada musim ini.
***
Dalam pertandingan ini, Chelsea turun dengan formasi 3-4-2-1. Olivier Giroud menjadi penyerang tunggal di depan, diapit oleh Willian dan Eden Hazard di lini kedua. N'Golo Kante dan Cesc Fabregas menjadi duet poros di lini tengah, sekaligus pelapis tiga bek yang diisi oleh Cesar Azpilicueta, Gary Cahill, dan Antonio Ruediger. Victor Moses dan Emerson menjadi wing-back dalam laga ini.
Sementara itu, Southampton turun dengan formasi tiga bek, yakni 3-5-2. Shane Long dan Charlie Austin menjadi duet di lini depan. Pierre-Emile Hoejberg, Oriol Romeu, dan Mario Lemina menjadi metronom di lini tengah, sekaligus pelapis tiga bek yang diisi oleh Jan Bednarek, Maya Yoshida, dan Wesley Hoedt. Ryan Bertrand dan Cedric Soares menjadi wing-back dalam laga ini.
Di babak pertama, Chelsea langsung mengambil alih jalannya pertandingan. Sadar bahwa mereka unggul dari aspek kualitas pemain atas Southampton, mereka langsung menekan lini pertahanan The Saints sejak peluit penanda mulainya pertandingan dibunyikan oleh wasit. Willian dan Hazard, dua pemain penghuni lini kedua 'Si Biru', memimpin penyerangan Chelsea.
Tidak hanya ditopang oleh Hazard dan Willian saja, Fabregas, selaku distributor bola di lini tengah, juga kerap turut membantu penyerangan lewat kemampuannya dalam memberikan umpan. Pemain asal Spanyol itu juga menjadi pengatur tempo permainan Chelsea di laga ini.
Namun, meski menguasai laga dengan persentase penguasaan bola mencapai 62% (berbanding 38%) dan total tembakan 6 kali (berbanding 2 kali milik Southampton), Chelsea sulit untuk membobol gawang Southampton di babak pertama ini. Hal itu terjadi karena Southampton menerapkan sistem pertahanan yang cukup apik di babak pertama ini.
Selain sukses mengisolasi pergerakan Giroud di kotak penalti, lini pertahanan Southampton juga sukses memaksa para pemain Chelsea untuk menendang bola dari luar kotak penalti. Alhasil, babak pertama berakhir dengan skor 0-0 bagi kedua tim.
Memasuki babak kedua, Chelsea semakin meningkatkan intensitas tekanan mereka ke lini pertahanan Southampton. Kombinasi-kombinasi permainan mulai terlihat di lini depan, dan hal ini sedikit membuat pertahanan Southampton kalang kabut.
Akhirnya, gol pun tercipta untuk Chelsea di menit ke-46. Memanfaatkan umpan dari Hazard, Giroud tanpa kesulitan membobol gawang Southampton yang dikawal oleh Alex McCarthy. Skor 1-0 untuk keunggulan 'Si Biru'.
Memasuki menit 60, situasi belum berubah. Chelsea masih mendominasi laga, dan Southampton masih berusaha untuk keluar dari tekanan Chelsea sebisa mereka. Sadar bahwa timnya perlu meningkatkan daya dobrak di lini serang, manajer Southampton, Mark Hughes, memasukkan Nathan Redmond dan Dusan Tadic.
Chelsea pun menanggapi pergantian pemain yang dilakukan Southampton ini. Untuk menjaga keseimbangan permainan, Conte memasukkan Tiemoue Bakayoko menggantikan Willian. Pedro dan Alvaro Morata juga dimasukkan agar daya serang Chelsea tetap terjaga.
Masuknya Redmond dan Tadic mulai sedikit mengubah alur permainan Southampton. Mereka mulai lebih berani menekan pertahanan Chelsea. Aliran bola ke lini depan juga menjadi lebih lancar. Bahkan, Southampton sempat mengancam lewat tembakan kencang Redmond di menit ke-72. Mereka juga mulai banyak mendapatkan situasi tendangan penjuru.
Tapi, meningkatkan tekanan ke pertahanan Chelsea memberikan risiko tersendiri bagi Southampton. Mereka beberapa kali mendapatkan ancaman dari para pemain Chelsea, terutama lewat situasi serangan balik. Hal ini terbukti lewat gol kedua Chelsea di menit ke-82, ketika Morata sukses membobol gawang Southampton lewat sundulan kepalanya, memanfaatkan umpan Azpilicueta. Skor 2-0 untuk Chelsea.
Di sisa waktu 10 menit babak kedua, Southampton berusaha keras memperkecil ketertinggalan. Namun, rapatnya pertahanan Chelsea, serta kurang klinisnya mereka dalam memanfaatkan peluang membuat skor 2-0 bertahan sampai pertandingan usai.
