kumparan
18 Sep 2019 14:15 WIB

Mengenal Syaffarizal Agri, Pemain Baru Persija Jebolan Liga Qatar

Pemain anyar Persija, Syaffarizal Agri, dalam sesi perkenalan di kantor Persija. Foto: Dok. Media Persija Jakarta
Dua hari selepas penutupan bursa transfer tengah musim Liga 1 2019, Persija Jakarta resmi memperkenalkan Syaffarizal Agri. Pemain yang sebelumnya membela Al-Markhiya di Liga Qatar ini diikat kontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan.
ADVERTISEMENT
"Pertama, jelas saya senang, ya. Hampir 23 tahun sudah saya di Qatar dan jujur saja saya sudah lama ingin jadi bagian negara ini, khususnya untuk sepak bola," ujar Farri--sapaan akrab Syaffarizal--dalam sesi perkenalan di Perkantoran Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).
"Dan kedua, saya minta maaf kepada Anda yang hadir jika Bahasa Indonesia saya sedikit berantakan. Namun, itu tidak menutupi rasa bahagia saya, tentunya," tambahnya.
Para pemain Persija menjalani latihan di Stadion Aji Imbut, jelang laga menghadapi Persipura Jayapura. Foto: Dok. Media Persija
Pemain kelahiran Lhokseumawe, Aceh, itu juga menjelaskan bagaimana proses perekrutannya oleh Persija. Bahasa Indonesia yang patah-patah? Oh, itu bukan masalah.
"Selama tiga pekan terakhir, Pak Ferry [Paulus, CEO Persija, red] mulai bicara pada saya. Dan pada kesempatan itu pula, saya ada niat buat pulang ke Indonesia," jelas Farri.
ADVERTISEMENT
"Waktu saya tahu ada tawaran dari Persija, salah satu klub besar di Indonesia, saya sangat senang dengan suporter mereka yang luar biasa. Makanya saya tidak butuh waktu lama untuk menentukan dan saya senang bisa gabung Persija."
"Karena saya sudah lama main di Qatar, dan dipantau sama Coach Simon, saya pikir ini waktu yang tepat untuk kembali ke sini dan bermain di Liga 1," ujar Farri.
Karena ini menjadi kali pertama bermain di Indonesia, Farri butuh mengenal tim barunya sebelum benar-benar menjejak di sana. Farri memulai perkenalannya dengan Persija lewat cara sederhana, mulai dari menonton cuplikan pertandingan hingga laga penuh.
Bicara karier, pemain berusia 27 tahun ini sudah malang melintang di atas lapangan bola Qatar sejak 2005. Ketika itu ia masih bersama tim junior Al Khor. Farri naik kelas pada 2009 dengan mulai membela tim senior Al Khor.
ADVERTISEMENT
Sesi perkenalan pemain Persija Jakarta, Syaffrizal Agri (kanan), didampingi Direktur Marketing dan Bisnis Persija, Andika Suksmana, di kantor Persija, Rabu (18/9/2019). Foto: Alan Kusuma/kumparan
Perjalanannya bersama Al Khor bukan perjalanan singkat. Ia membela tim tersebut hingga 2015. Bila dihitung-hitung, Persija adalah klub keempatnya sejak berlaga di kelas senior.
"Sejak 2009-2010, saya mulai main profesional di sana umur 17 tahun di klub Al Khor. Pada 2015 saya sempat ke Al-Ahli dan terakhir saya bermain untuk Al-Markhiya sampai awal Juni lalu," jelas Farri.
"Kalau tentang assist dan gol, waktu junior saya main sebagai striker. Namun, ketika di tim utama, pelatih saya bilang lebih bagus saya main di gelandang. Sejak itu saya main di gelandang. Saya bisa main di posisi 6, 8, dan 10," kata Farri.
Sebelum Farri, Persija mendatangkan dua bek, Alexandre Luiz Reame alias Xandao dan Fachrudin Wahyudi Aryanto. Persija juga tidak mengesampingkan pembenahan di sektor gelandang. 'Macan Kemayoran' mendatangkan Joan Tomas Campasol dan Rachmad Hidayat.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan