Pencarian populer

Neymar Absen di Copa America 2019, Brasil Bisa Andalkan Siapa?

Ekspresi sedih Neymar usai mendapatkan cedera di laga Brasil vs Qatar. Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino

Timnas Brasil harus kehilangan Neymar di ajang Copa America 2019. Namun, tak ada waktu bagi mereka untuk berkabung.

Pada laga persahabatan menghadapi Qatar, Kamis (6/6/2019), Neymar mendapat tekel keras dari salah seorang pemain Qatar. Awalnya ia diprediksi menderita cedera engkel. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, Neymar ternyata mengalami cedera di ligamen kanan.

Hasilnya, Neymar harus absen di ajang Copa America 2019. Adenor Leonardo Bacchi alias Tite, selaku pelatih Brasil, sempat pusing karena hal ini. Neymar sendiri kehilangan kesempatan untuk membayar kegagalan pada Piala Dunia 2014 dan 2018 silam.

Namun, Tite sadar bahwa ia tidak boleh berkabung terlalu lama. Ada tugas lain yang mesti ia lakukan: Mencari pemain yang mampu menggantikan posisi dan peran Neymar. Di antara 23 pemain yang sudah ia panggil untuk memperkuat Brasil di Copa America 2019, ada beberapa nama yang diprediksi mampu jadi pengganti.

Nah, siapakah sosok-sosok tersebut?.

Roberto Firmino

Firmino memang pemain dengan tipikal permainan yang berbeda dengan Neymar. Jika Neymar adalah penyerang sayap, Firmino berposisi sebagai penyerang tengah. Ia juga tidak begitu andal dalam menggiring bola, dengan rataan dribel per laga sebanyak 1,2 kali saja pada musim 2018/19.

Namun, Ricardo Zanei dalam tulisannya di ESPNFC mengungkapkan jika Firmino bisa bermain sebagai winger kiri, posisi yang lazim ditempati Neymar. Keunggulan lain, penyerang yang sukses membukukan 16 gol dan 8 assist selama musim lalu ini, adalah kemampuannya membuka ruang.

Selebrasi gol Roberto Firmino saat pertandingan Liverpool vs Tottenham Hotspurs di Anfield. Foto: Reuters

Asalkan berada dalam kondisi fit, ia bisa berkombinasi dengan penyerang tengah Brasil (kemungkinan besar Gabriel Jesus), lalu menciptakan kecairan di lini serang Brasil. Sesuatu yang acap ia lakukan bersama Liverpool.

Richarlison

Sosok yang tampil ciamik di Inggris bersama Watford dan Everton. Pemain yang juga pernah menjadi bagian dari Timnas Brasil U-20 ini tampil mentereng bersama The Toffees di musim 2018/19. Total 14 gol dan 2 assist ia cetak dari 38 laga. Raihan golnya ini menyamai torehan Gylfi Sigurdsson.

Secara karakter permainan, Richarlison mirip dengan Neymar. Ia bisa dipasang sebagai winger kiri atau kanan, dengan kemampuan dribel yang mumpuni. Tapi, Richarlison punya kelebihan lain dibanding Neymar: kemampuan bertahan.

Rataan tekel per laganya mencapai angka 1,4 kali, menandakan bahwa ia tak segan membantu pertahanan. Kemampuan ini akan berguna bagi Brasil, terutama ketika Brasil menghadapi laga-laga berat.

Philippe Coutinho

Selama musim 2018/19, Coutinho tidak menjalani musim yang baik bersama Barcelona. Ia hanya mampu membukukan 11 gol dan 5 assist bersama Blaugrana. Catatan menyerangnya pun tidak terlalu bagus. Rataan tembakan per laganya cuma 1,5 kali. Rataan umpan kunci per laganya lebih kecil, yakni 1,2 kali.

Coutinho sebelum laga melawan Liverpool di Anfield. Foto: Reuters/Carl Recine

Hal ini diperparah dengan kegagalan Coutinho mengantarkan Barcelona menjuarai Liga Champions dan Copa del Rey. Ia pun sempat diprediksi tak akan dapat jadi pengganti Neymar. Namun, penampilan apiknya dalam laga persahabatan melawan Qatar dan Honduras membuka harapan bagi Coutinho.

Coutinho juga memiliki versatility tersendiri. Selain bisa ditempatkan sebagai winger kiri, ia bisa ditempatkan sebagai gelandang kiri. Hal ini memberikan banyak opsi di lini serang Brasil. Apalagi, Coutinho juga mampu tampil apik bersama Brasil di ajang Piala Dunia 2018.

Willian

Nama yang mencuat kembali usai Neymar divonis cedera. Willian punya kesempatan untuk menunjukkan diri kembali bersama Timnas Brasil, usai penampilan buruknya di ajang Piala Dunia 2018 lalu. Ia masuk 23 nama yang dipanggil Tite untuk Copa America 2019.

Namun, Willian datang ke Brasil usai musim yang buruk bersama Chelsea. Ia hanya menorehkan 8 gol dan 14 assist dari 56 laga bersama Chelsea di musim 2018/19. Posisinya di Chelsea juga acap tergusur oleh Pedro Rodriguez dan Eden Hazard.

Meski begitu, rataan umpan kunci per laga 2,5 kali menjanjikan sesuatu bagi Brasil. Asal Tite mampu mengolah talentanya ini, Willian bisa jadi ancaman bagi pertahanan lawan. Apalagi Willian juga punya kemampuan dribel dan tendangan yang apik.

Willian Borges cetak gol pertama Chelsea. Foto: REUTERS/Toby Melville

***

Selain ketiga nama di atas, ada nama-nama lain yang juga sebenarnya berpotensi jadi pengganti Neymar. Mereka adalah David Neres, Lucas Paqueta, dan Everton. Namun, dari segi kemampuan dan pengalaman bersama Timnas, keempat pemain di atas diprediksi dapat jadi pengganti sepadan Neymar.

Ya, intinya ketidakhadiran Neymar di skuat Brasil bukanlah sesuatu yang mesti ditakuti. Tidak seperti 2014 silam, kala kehilangan Neymar jadi salah satu penyebab Brasil dihantam Jerman 1-7, sekarang banyak pemain yang mampu menutup lubang ketiadaan Neymar di skuat Brasil.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61